TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Pemerintahan

Bupati Sragen Tak Sepakat Solo Raya Jadi Provinsi

09/10/2019 - 12:05 | Views: 9.40k
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati. (Foto: Mukhtarul Hafidh/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SRAGEN – Ide dan gagasan pemekaran Provinsi Solo Raya kembali mencuat. Setelah Bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan gagasannya perlunya 7 daerah di Solo Raya menjadi Provinsi baru. Namun, Bupati Sragen menolak wacana tersebut. 

Isu pemekaran provinsi sebenarnya bukan hal yang baru. Lebih dulu pihak Keraton Surakarta menggugat pembentukan Provinsi Jawa Tengah. Solo disebut layak dengan Provinsi DIY dan Aceh dengan sebutan istimewa. Hanya saja gugatan tersebut dimentahkan pada 2014 lalu. 

Selain alasan kordinasi antar wilayah yang dinilai tidak tepat, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ternyata tidak sependapat dengan ususulan Bupati Karanganayar. Alasan biaya yang besar menjadi salah satu pertimbangan.

Bupati Sragen menegaskan tidak sependapat dengan gagasan Yuliatmono soal pemekaran provinsi. Pada saat ini kordinasi kabupaten Sragen dan kabupaten lain dinilai sudah cukup bagus dan lancar. 

"Saya tidak setuju, pemekaran provinsi itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Apa sekarang ada problem kordinasi saat ini? Saya rasa tidak,” beber Bupati Yuni, Rabu (9/10/19).

Dia menegaskan dengan era digital saat ini tentu langkah kordinasi menjadi lebih mudah. Jika alasan yang digunakan untuk kordinasi tentu tidak tepat. Jika melihat kebijakan pengembangan wilayah, Eks Karisidenan Surakarta dilihatnya yang terbaik di Jawa Tengah. ”Saya tidak setuju, kalau dikatakan kemarin kepala daerah setuju tapi malu-malu rencana Provinsi Solo Raya, tapi saya tegaskan Sragen tidak setuju,” ujar Yuni. (*)

Jurnalis: Mukhtarul Hafidh (MG-198)
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani
Sumber :
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Top

search Search