TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Nasional

Ketum PBNU: Duet Jokowi-KH Ma'ruf Simbol Kemenangan Nasionalis-Santri

09/10/2019 - 21:22 | Views: 7.97k
Ketum PBNU KH Said Aqil Siraj bersama Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto [kemeja hitam] di Jakarta. (FOTO: PDI Perjuangan for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ketua Umum PBNU KH Said Awil Siraj menyatakan pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin, simbol kemenangan nasionalis-santri.

Kata Kiai Said, Jokowi adalah seorang nasionalis sekaligus santri. Sebab Jokowi juga melaksanakan rukun Islam dengan baik seperti shalat lima waktu, puasa Senin-Kamis, hingga umroh dan naik haji. 

Di sisi lain, selain seorang santri, KH Ma'ruf Amin juga adalah seorang nasionalis sejati. "Maka kemenangan Jokowi-Ma'ruf, alhamdullilah adalah simbol kemenangan Nasionalis dan Santri," imbuh Kiai Said.

Pihaknya mengaku bersyukur UU Pesantren resmi disahkan di bawah pemerintahan Presiden Jokowi. Dan PDI Perjuangan termasuk yang ngotot mengundangkannya. 

Bukan hanya RUU Pesantren, PDI Perjuangan juga bekerja keras mengegolkan disahkannya Hari Santri Nasional (HSN) oleh Presiden Jokowi. Sebaliknya tokoh NU yang di depan mengusulkan Hari Pancasila 1 Juni.

Dengan UU Pesantren itu, lanjut Kiai Said, maka peningkatan kualitas pesantren akan lebih terjamin. Sebab perhatian negara akan lebih dijaminkan termasuk penganggarannya.

"Mudah-mudahan nanti ada menteri urusan pesantren dan di APBN ada anggaran untuk pesantren," ucap Kiai Said menambahkan.

Apapun itu, Ketum PBNU ini meyakini segala permasalahan dan manajemen negara dibawah kepemimpinan duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin ke depan akan lebih baik. "Selesai masalah Indonesia kalau santri dan nasionalis sudah bersatu," ujarnya.(*)

Jurnalis: Hasbullah
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Jakarta
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Top

search Search