TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Ekonomi

Gubernur Khofifah Fokus Buka Poros Industri Baru di Jatim

14/10/2019 - 21:18 | Views: 6.03k
Gubernur Jatim Dra Hj. Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Gubernur Jatim Dra Hj. Khofifah Indar Parawansa berupaya membuka poros industri baru untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.

Beragam industri yang mulai disosialisasikan di berbagai event. Salah satu event yang dimanfaatkan untuk promosi adalah Annual Economic Gathering of Indonesia (AEGIS) di Surabaya. 

Event yang berlangsung sejak Sabtu (12/10/2019) itu dihadiri 115 investor. Khofifah menceritakan seluruh potensi investasi kepada mereka. 

Dia menegaskan bahwa Jawa Timur merupakan barometer pembangunan bagi seluruh provinsi di Indonesia. Karena itu, Jawa Timur menjadi tempat yang tepat untuk berinvestasi. ''Mulai dari investasi bidang industri maupun wisata,'' ungkapnya. 

Poros industri baru akan dibuka di daerah yang potensial. Seperti sisi barat dan selatan Jawa Timur, serta di kepulauan Madura. Poros industri baru itu merupakan langkah pemerintah provinsi dalam bidang pemerataan ekonomi.  ''Tidak hanya terpusat di Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Mojokert, dan Pasuruan saja,'' katanya.

Banyak industri di Jawa Timur yang potensial untuk dikembangkan. Seperti industri semen, farmasi, bahan makanan, serta petrokimia. Sektor industri tersebut bisa dikembangkan dengan dukungan investasi asing. “Dengan begitu, laju pertumbuhan industri semakin pesat,'' ucap Khofifah. 

AEGIS 2019 merupakan upaya Kementerian Luar Negeri untuk menarik investor asing ke Indonesia. Kementerian Luar Negeri menjadikan provinsi Jawa Timur sebagai objek yang dipromosikan. Pesertanya terdiri atas pengusaha dari negara Asia Pasifik dan Afrika. 

Bisa jadi, banyak investor yang belum paham secara detil tentang Jawa Timur. Mereka hanya mendapat informasi dari media internet. Kali ini, mereka datang langsung dan menerima penjelasan secara detil. Termasuk pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. 

Seperti pertumbuhan ekonomi tahun 2018 yang mencapai 5,50 persen. Laju inflasi mencapai 2,86 persen. Semester pertama tahun ini, pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur mencapai 5,64 persen. 

Laju inflasi semester pertama mencapai 2,36 persen. Pencapaian itu menjadi gambaran bahwa tren pertumbuhan ekonomi tahun ini meningkat. 

Khofifah yakin, angka tersebut terus mengalami peningkatan. Sebab, banyak proyek pemerintah pusat berpusat di Jawa Timur. Seperti KEK Singosari dan jalur lintas selatan (JLS). 

Dua proyek tersebut bisa mendongkrak sektor pariwisata dan industri di Jawa Timur bagian selatan. Ke depan, Gubernur Khofifah menegaskan jika Jawa Timur diyakini mampu menyedot investasi dari luar negeri. Banyak peluang disajikan. Investor juga memiliki banyak pilihan untuk berinvestasi. (*)

Jurnalis: Lely Yuana
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Surabaya
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Top

search Search