TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Entertainment

Selain Joker, Joaquin Phoenix Perankan Tokoh Mental Illness di 'Her'

16/10/2019 - 13:15 | Views: 16.61k
Gambar poster Joaquin Phoenix dalam film Her yang dikeluarkan tahun 2013. (Foto: psychologies.co.uk

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Semua pasti tahu siapa Joaquin Phoenix, sang aktor yang baru saja mengantar Joker menuju penghargaan 'standing ovation' atau tepuk tangan sambil berdiri selama 8 menit.

Bukan hanya itu saja, film Joker juga berhasil membawa pulang penghargaan tertinggi di Venice Film Festival, sebuah singa emas atau The Golden Lion Award dalam kategori film terbaik.

Memang, pengorbanannya dalam bermain film ini tidak main - main. Menurunkan berat badan sebanyak 23,5 kg, sampai menulis jurnal bikinannya sendiri yang dalam film-nya digunakan Arthur Fleck sebagai jurnal leluconnya. Arthur Fleck adalah seorang komedian yang menderita mental illness serta skizofrenia. 

Namun, tidak hanya dalam film ini saja, Joaquin juga memerankan tokoh 'gangguan jiwa' di film yang unik, Her. Film ini rilis pada tahun 2013.

Film yang mengisahkan tentang Theodore Twombly (Joaquin Phoenix) adalah pria kesepian, tertutup dan tertekan yang bekerja untuk bisnis yang memiliki penulis profesional yang membuat surat untuk orang-orang yang tidak dapat menulis surat dari sifat dan kepribadian mereka.

 Kecewa dengan perceraiannya yang tertunda dari kekasih masa kecilnya, Catherine (Rooney Mara), Theodore membeli sistem operasi yang dapat berbicara dengan kecerdasan buatan, yang dirancang untuk menyesuaikan diri dan berkembang.

Theodore memutuskan bahwa ia menginginkan sistem operasi yang memiliki suara wanita dan sistem operasi tersebut memperkenalkan dirinya sebagai Samantha (Scarlett Johansson). Theodore terpesona dengan kemampuan Samantha untuk belajar dan tumbuh secara psikologis.

Mereka berdiskusi tentang cinta dan kehidupan, seperti penghindaran Theodore untuk menandatangani surat cerai karena ia tidak ingin melepaskan Catherine.

Samantha meyakinkan Theodore untuk kencan buta dengan seorang wanita (Olivia Wilde), di mana seorang teman bernama Mark Lewman (Luka Jones) berusaha menjodohkannya.

Kencannya berjalan dengan baik, tetapi Theodore ragu untuk berjanji kapan ia akan bertemu dengan wanita itu lagi sehingga wanita itu memaki Theodore dan pergi meninggalkannya.

Theodore memberitahukan hal ini kepada Samantha dan mereka membicarakan hubungan. Mereka mengembangkan hubungan yang membuat Theodore semakin membaik dalam pekerjaannya dan perilakunya, dan antusiasme Samantha untuk tumbuh dan belajar.

Kisah cinta antara manusia dan komputer ini. Tekanan mental yang diderita Theodore pun hilang perlahan-lahan. Tentu saja film ini menciptakan sebuah reaksi yang unik dari penonton. Film ini diperankan oleh Joaquin Phoenix yang jauh berbeda dari perannya dalam film Joker.

Joaquin Phoenix  lebih mendahulukan sentimen perasaan dalam tiap aktingnya, namun tidak terkesan cengeng. Film lain yang dimainkam Joaquin tak lain adalah Gladiator (2000), Walk The Line (2005), Signs (2002), dan masih banyak lagi. (*)

Jurnalis: Widya Amalia (MG-197)
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber :
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Top

search Search