TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

Saat Bupati Muba Bicara Soal Indonesia 2045

16/10/2019 - 22:22 | Views: 9.44k
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyelenggarakan Seminar 100 Tahun Indonesia Mimpi Tokoh Muda untuk Indonesia 2045. (Foto: Istimewa)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Apa yang Anda bayangkan tentang Indonesia di tahun 2045? Semua cita-cita kebangsaan yang dicanangkan pendiri bangsa seharusnya sudah tuntas.

Dalam masa 26 tahun ke depan, atau pada tahun 2045 bangsa Indonesia genap seratus tahun sejak lahirnya NKRI, segala daya upaya menyejahterakan bangsa tidak boleh terhenti. Apalagi, pada tahun 2045, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif paling tinggi di antara usia 45-54 tahun, yang disebut usia emas atau usia matang.

Seminar-PWI-Pusat-2.jpg

Pertanyaan besar saat ini adalah, siapkah anak-anak bangsa di masa kini memimpin negara ini menuju tahun Indonesia Emas 2045? Apa saja tantangan yang akan dihadapi di tahun 2045 dan strategi apa yang harus disiapkan untuk Indonesia Emas 2045?

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyelenggarakan Seminar 100 Tahun Indonesia Mimpi Tokoh Muda untuk Indonesia 2045. Seminar ini akan diselenggarakan Rabu (16/10/2019) di Mezzanine Ballroom, Hotel Aryaduta, Kwitang, Jakarta Pusat. 

Mirza Zuhaldi Sekjen PWI Pusat yang juga Ketua Panitia Seminar mengatakan kegiatan yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kekinian mengenai permasalahan dalam kepemimpinan bangsa saat ini serta dapat menentukan langkah untuk memperbaiki masalah yang akan kita hadapi bersama," ujarnya.

Narasumber berkompeten tersebut yakni Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari, Tokoh Pers Nasional yang juga mantan Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang, narasumber antara lain Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), Dodi Reza Alex (Bupati Musi Banyuasin), Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), Herry Ario Naap (Bupati Biak Numfor), dan Indah Putri Indriani (Bupati Luwu Utara).

Seminar-PWI-Pusat-3.jpg

"Kami mengundang narasumber yang hadir dalam kesempatan ini yang kami pandang merupakan pemimpin muda yang sukses dan  akan membawa pengaruh dan menularkan bagi daerah lain sekarang dan akan datang, untuk daerahnya dan Indonesia ke depan," ungkap Ketua PWI Pusat Atal S Depari saat membuka Seminar.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Bupati Muba Dodi Reza memaparkan potensi dan program inovatif yang sudah dijalankan di Muba.

"Tahapan mimpi Indonesia sudah dimulai sejak sekarang di Kabupaten Muba mulai dari replanting sawit, energi terbarukan, dan inovasi jalan aspal karet," ujar Kandidat Doktor Universitas Padjajaran tersebut.

Lanjutnya, Kabupaten Muba tepatnya di Kecamatan Bayung Lencir merupakan pemasok dan pensuply gas terbesar, hal ini harus dimanfaatkan untuk kawasan sekitar. “Kita sudah bekerjasama dengan PT Medco untuk membangun kilang LPG di Kecamatan Bayung Lencir,” ujar Dodi.

Sementara itu di bidang kesehatan Pemkab Muba melalui Dinas Kesehatan Muba sudah menerapkan program UHC. “Jadi kami Alhamdulillah sudah 100% seluruh warga Muba dicover oleh asuransi, dan Muba dapat predikat UHC,” bebernya.

"Untuk di sektor pendidikan kita sangat fokus, tidak hanya dari segi alokasi anggaran tapi kami juga telah banyak kerjasama dengan lembaga pendidikan untuk membangun SDM yang unggul," tambahnya.

Tidak hanya itu, guru-guru juga dilatih dengan lembaga nasional agar berkualitas dalam mendidik. "Kerjasama dengan Sampoerna Foundation kelas Internasional, siswa-siswi juga baru-baru ini kita beri beasiswa kepada 6 orang peserta didik untuk kuliah double degree di Arizona University kerjasama Sampoerna University,” tambahnya.

Dikatakan Dodi, Muba bukan hanya kaya akan minyak bumi, gas, batu bara, akan tetapi punya potensi kearifan lokalnya juga seperti Bongen, Bekarang dan Jumputan Gambo Muba serta kuliner, cita rasa, kekhasan lainnya.

"Maka dari itu kita sebagai orang Indonesia khususnya Muba patut berbangga, karena telah banyak hal yang kita perbuat untuk memajukan daerah kita," pungkasnya. (*)

Jurnalis: Fathur Rochman
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Palembang
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Top

search Search