TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Nasional

Gubernur Khofifah Dampingi Keluarga KH Masjkur Terima Gelar Pahlawan Nasional

08/11/2019 - 23:27 | Views: 15.48k
Presiden Jokowi memberikan penghargaan gelar Pahlawan Nasional kepada almarhum KH Masjkur yang diwakili oleh pihak keluarga, Jumat (8/11/2019). (Foto : Istimewa)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Satu tokoh dari Jawa Timur mendapat gelar Pahlawan Nasional. Yakni KH Masjkur, pejuang dan mantan menteri Agama beberapa kabinet. Gubernur Khofifah Indar Parawansa mendampingi keluarga menerima gelar tersebut, Jumat (8/11/2019).11

Penyerahan gelar berlangsung di Istana Negara oleh Presiden RI Joko Widodo. Khofifah bangga KH Masjkur yang juga salah satu putra terbaik dari Jawa Timur itu menerima gelar tersebut. "Kami bersyukur sekaligus berterimakasih atas penghargaan itu,'' katanya. 

Dia juga mengatakan sosok KH Masjkur patut menjadi tauladan bagi masyarakat. Pengabdiannya kepada negara luar biasa. Tokoh tersebut kerap memberi masukan dan sumbangsih pemikiran kepada negara. Baik sebelum maupun sesudah kemerdekaan. "Utamanya, kontribusi dalam bidang pendidikan dan agama,'' ucap Khofifah. 

KH Masjkur lahir di Malang, 30 Desember 1904. Lelaki yang pernah menjabat Menteri Agama tahun 1947-1949 dan 1953-1955 itu meninggal pada 1994. Dia juga pernah menjadi anggota DPR RI periode 1956-1971 dan anggota Dewan Pertimbangan Agung pada 1968.

Sebelum kemerdekaan, KH Masjkur pernah menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Dia juga tercatat sebagai pendiri Pembela Tanah Air (Peta) yang selanjutnya menjadi laskar rakyat dan TNI. Pada pertempuran 10 November 1945, KH Masjkur menjadi pemimpin Barisan Sabilillah. 

Gelar Pahlawan Nasional tersebut merupakan usulan dari masyarakat, sejarawan, dan pemerintah. Kiprah KH Masjkur dianggap layak. Usulan tersebut ditampung pemerintah daerah di tingkat kabupaten maupun provinsi. Selanjut, pemerintah provinsi mengajukan ke persiden. 

Usulan tidak langsung disetujui. Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan mempelajari rekam jejak nama yang diusulkan. Penelitian sejarah dilakukan. Hasilnya, KH Masjkur dinyatakan layak menerima gelar tersebut. 

Khofifah mengatakan, gelar ini diberikan berdekatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November. Dia mengajak masyarakat mengingat perjuangan pahlawan di masa sebelum dan sesudah kemerdekaan. Semangat patriotisme dan nasionalimse yang luar biasa. 

''Kemerdekaan tidak datang begitu saja, perlu perjuangan dan pengorbanan. KH Masjkur dan pahlawan nasional lainnya memiliki semangat ini. Kita patut meniru semangat tersebut,''  imbuh Gubernur Khofifah.(*)

Jurnalis: Lely Yuana
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Surabaya
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Top

search Search