TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Nasional

Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung Tingkatkan Arus Logistik di Sumatera

15/11/2019 - 21:20 | Views: 40.33k
Presiden RI Jokowi saat meresmikan Jalan Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 189 Km di Gerbang Tol (GT) Simpang Pematang KM 240, Jumat (15/11/2019). (FOTO: Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR RI)

TIMESINDONESIA, LAMPUNG – Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR RI Danang Parikesit mengatakan Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung akan mendukung pengembangan Kawasan Indralaya Midtown, Waterfront City Bakauheni, dan Pelabuhan Panjang di Lampung serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api Api di Kabupaten Banyu Asin.

Hal itu dia sampaikan kepada Presiden RI Jokowi saat acara peresmian Jalan Tol Terbanggi Besar - Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 189 Km di Gerbang Tol (GT) Simpang Pematang KM 240, Jumat (15/11/2019).

tol.jpg

Hadir juga dalam kesempatan itu, Menteri PUPR RI Basuki yang didampingi Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR RI Sugiyartanto, Staf Ahli Menteri PUPR RI Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat Sudirman, Staf Ahli Menteri Bidang Keterpaduan Pembangunan Gani Ghazali, Direktur Jalan Bebas Hambatan Hedy Rahadian, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XIX Lampung Muhammad Insal U. Maha, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.

Danang menjelaskan, Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung merupakan lanjutan Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 141 Km yang sudah beroperasi penuh sejak Maret 2019 lalu.

Konstruksi ruas tol ini telah dikerjakan sejak pertengahan 2017 dengan biaya investasi sebesar Rp  21,95 triliun.

"Salah satu yang cukup menarik pada ruas ini adalah inovasi pembiayaan di mana masing-masing segmen disupport dari pembangunan jalan tol yang ada di Pulau Jawa yang tingkat pengembalian investasinya tinggi, sehingga menjadi subsidi silang ke ruas jalan tol ini," kata Danang.

Pembangunan ruas ini terbagi menjadi 2 seksi, yaitu Seksi I ruas Terbanggi Besar–Pematang Panggang sepanjang 112 km dengan beberapa dukungan konstruksi dari beberapa BUMN Karya yang mengerjakan pembangunan jalan tol di Pulau Jawa yakni PT Jasamarga Semarang Batang (25 km), Waskita Bumi Kira (25 km), Citra Karya Jabar Tol (6 km), Jasamarga Japek Selatan (15 km) dan Jasamarga Jalan Layang Cikampek (12 km).

jokowi-b.jpg

"Sementara sisanya merupakan merupakan penugasan Pemerintah kepada BUMN PT Hutama Karya," ungkapnya.

Sedangkan pada Seksi II ruas Pematang Panggang–Kayu Agung sepanjang 78 Km, pembangunannya dilakukan oleh PT Hutama Karya sepanjang 77,17 km dan sisanya merupakan dukungan dari Waskita Sriwijaya Tol sepanjang 2,4 km yang merupakan jalan akses.

tol-b.jpg

Sebelumnya, Presiden RI menegaskan bahwa kehadiran jalan tol ini harus bisa mendukung pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dan memfasilitasi sentra produksi dengan membangun keterkaitan antara pusat produksi (kawasan industri, pertambangan, perkebunan, pariwisata) dengan outlet-outlet (pelabuhan/bandara) di Pulau Sumatera sehingga mendorong pengembangan wilayah.

"Yang terpenting pembangunan jalan tol menciptakan lapangan kerja. Jalan tol sepanjang ini tidak mungkin semua dikerjakan oleh mesin, pasti butuh tenaga kerja. Selanjutnya juga berkaitan dengan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pembangunan jalan tol di Sumatera menjadi bukti bahwa jalan tol bukan hanya di Pulau Jawa saja," ujar Presiden RI saat meresmikan Jalan Tol Terbanggi Besar- Pematang Panggang-Kayu Agung.(*)

Jurnalis: Faizal R Arief
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber :
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Top

search Search