TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Ketahanan Informasi
Ketahanan Informasi Pendidikan

Tanwir II Aisyiyah Dorong Dinamisasi Gerakan Menebar Islam Berkemajuan

16/11/2019 - 13:07 | Views: 49.62k
Ketua PP Muhammadiyah, Prof Dr Haerdar Nasyir ketika membuka Tanwir II Aisyiyah di Kampus Unisa Yogyakarta. (FOTO: Helmi Jamharis/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Pimpinan Pusat Aisyiyah Periode 2015-2020 akan melaksanakan Sidang Tanwir II. Kegiatan tersebtu diselenggarakan di Kampus Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta. Acara bertema Dinamisasi Gerakan Menebar Islam Berkemajuan ini dilaksanakan mulai tanggal 16 hingga 18 November 2019.

Ketua PP Aisyiyah, Hj Siti Noordjannah Djohantini MM.Msi mengatakan, perjalanan panjang organisasi Aisyiyah dengan berbagai dinamika yang terjadi harus selalu disyukuri. Sebagai kader, ia mengajak kader yang lain terus berkembang agar Aisyiyah memberikan manfaat bagi masyarakat. Tentu kontribusi yang diberikan kepada masyarakat dapat melalui berbagai bidang. Sehingga, mampu berkembang menebarkan islam berkemajuan dengan semangat untuk selalu dekat dengan masyarakat.

Tanwir-2.jpg

“Pada momen yang baik ini PP Aisyiyah memberikan apresiasi kepada perwakilan PWA seluruh Indonesia dan PDA serta PCA yang hadir di forum ini untuk bersama-sama membesarkan organisasi Aisyiyah di seluruh tanah air,” kata Siti Noordjannah.

Ketua PP Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nasyir mengatakan, Muhammadiyah yang memiliki semangat Islam berkemajuan harus terus berusaha menyosialisasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya ke seluruh warga Muhammadiyah termasuk seluruh anggota Aisyiyah. Perlu difahami dan ditegaskan, bahwa islam berkemajuan itu bukan madzhab tapi perspektif atau cara pandang yang merupakan satu kesatuan antara nilai-nilai agama yang terkandung dalam Al quran dan Al Hadist yang harus diwujudkan melalui pengembangan akal fikiran yang di dalam Muhammadiyah telah dirumuskan dalam putusan tarjih.

Upaya itu ditempuh melalui aktifitas dengan meninggalkan keterbelakangan baik dalam amalan agama atau lainnya, di mana semua amal ibadah islam harus bersumber dari Al quran dan Al Hadist.

Tanwir-3.jpg

Menurutnya, hal-hal yang berkaitan dengan kemajuan harus disesuaikan akal fikiran tanpa meninggalkan sumber hukum yaitu Al quran dan Al Hadist. Muhammadiyah memahami bahwa saat ini telah terjadi konvoi suci berupa gerakan-gerakan pengamalan agama yang telah menggelora di berbagai kalangan hingga pelosok tanah air.

Semangat hijrah semacam ini menurut Haedar harus dijaga dengan semangat amar makruf nahi mungkar. Saling menebar akhlakul karimah serta bersedia tampil meluruskan yang salah dengan prinsip bil hikmah wa mauidlotil hasanah melalui musyawarah yang merupakan jiwa warga Muhammadiyah.

“Mari sama-sama kita mengupayakan bermusyawarah dalam setiap mementum melaksanakan islam berkemajuan di berbagai kesempatan,” ajak Haedar Nasyir.

Pada saat yang sama juga dilakukan tasyakur akbar TK ABA yang telah memasuki usia 100 tahun. Momen ini dimanfaatkan untuk memberikan penghargaan kepada 10 perwakilan secara nasional yang telah membangun dan menjaga keberadaan Taman Kanak- Kanak Aisyiyah Bustanul Atfal (TK ABA).

Hadir sebagai key note speaker pada Tanwir II Aisyiyah yaitu Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Prof Dr Muhadjir Effendy. Muhajir mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk mewujudkan dinamisasi gerakan menebar islam berkemajuan. (*)

Penulis: Helmi Jamharis (CR-126)
Editor : AJP-12 Editor Team
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber :
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Top

search Search