TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

Rumput Vetiver, Green Contruction Untuk Daerah Rawan Longsor di Banyuwangi

17/11/2019 - 07:43 | Views: 26.65k
Tim PKM Poliwangi Melakukan Pelatihan Penannggulangan Longsor dengan Metode Vegetatif Menggunakan Rumput Vetiver di Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi (FOTO: Roghib Mabrur/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Dosen Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) menyarankan penggunaan Rumput Vetiver sebagai solusi bagi sejumlah wilayah rawan longsor di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur dan lainnya.

Tanaman dengan nama lain rumput akar wangi ini memiliki akar yang berfungsi bagaikan kolom beton bertulangan. Akarnya mampu tumbuh hingga kedalaman 5,5 meter, bahkan di tanah keras, sehingga sangat bermanfaat untuk menjaga stabilitas tanah.

Sekaligus mampu menggantikan bangunan konstruksi penahan longsor dan ini lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Atau biasa disebut sebagai teknologi Green Contruction.

Hal tersebut tercetus dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang digeber 3 orang Dosen Teknik Sipil dari Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) di Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro. Mereka adalah, Wahyu Naris Wari, ST, MT, Erna Suryani, ST, MT dan Yuni Ulfiyati, ST, MT. 

PKM-Poliwangi-2.jpg

“Kita mengambil Kelurahan Klatak, karena data BPBD Banyuwangi, daerah ini terdapat sejumlah titik rawan longsor,” kata Naris, panggilan karib Wahyu Naris Wari, ST, MT, Minggu (17/11/2019).

Tak hanya berakar kokoh, lanjutnya, rumput Vetiver merupakan tanaman tropis sejenis rumput-rumputan berukuran besar yang memiliki banyak keistimewaan. Mampu hidup disuhu dingin hingga minus 140 derajat Celsius. Bisa bertahan disaat intensitas hujan tinggi, mulai 200-500 mililiter. Tahan terhadap rentang PH tanah 3-10, 5, toleran terhadap kekeringan, dapat tumbuh dengan baik pada lahan tandus dan tumbuh pada ketinggian 500-1500 meter di atas permukaan laut. 

Naris selaku Ketua tim PKM menjabarkan, penerapan teknologi rumput Vetiver dalam usaha menjaga stabilitas lereng atau tebing jalan sangatlah mudah, praktis dan murah. Karena hanya membutuhkan tingkat perawatan yang rendah (low maintenance).

PKM-Poliwangi-3.jpg

“Sangat efektif dalam konservasi air dan tanah, mengendalikan endapan, menstabilkan serta merehabilitasi tanah, yang pasti juga ramah lingkungan,” cetusnya.

Guna memberi pemahaman, dalam program PKM, ketiga akademisi Poliwangi memberikan penjelasan detil kepada masyarakat di Kelurahan Klatak. Mulai dari metode penanaman, proses budidaya hingga manfaat rumput Vetiver.

“Karena fungsinya bukan hanya untuk penahan longsor, dapat pula digunakan untuk pakan ternak, untuk aroma terapi, atap rumah, kerajinan dan masih banyak lagi manfaatnya,” ucap Naris.

Pelatihan penanggulangan longsor dengan metode vegetatif menggunakan rumput Vetiver ini juga melibatkan lima mahasiswa Teknik Sipil Poliwangi. Andi Wahyu Sanjaya, Anggi Syahrul Romadi, Alif Aditya Septiandika, Canggih Alfan Nusantoro dan Ali Mujahidin.

PKM-Poliwangi-4.jpg

“Alhamdulillah masyarakat, kelurahan dan pemuda Karang Taruna menyambut baik niat kami, sehingga perijinan, koordinasi dan kegiatan penentuan lahan serta semua persiapan kegiatan pelatihan dan penanaman disambut baik,” ucapnya.

Lantaran tanaman hidup, rumput Vetiver cukup optimal dalam meminimalisir erosi permukaan. Meskipun dalam penerapannya membutuhkan waktu untuk tumbuh dan dapat berfungsi sesuai harapan. 

“Oleh karena itu kami tetap memantau pertumbuhan dan perawatan rumput vetiver yang telah ditanam di Kelurahan Klatak hingga berfungsi dengan baik,” ujar Naris.

Tiga Dosen dan lima mahasiswa Poliwangi berharap metode penanggulangan longsor dengan penanaman Rumput Vetiver ini mampu bermanaat bagi masyarakat Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Khususnya dalam meminimalisir terjadinya tanah longsor diwilayah setempat. Serta mewujudkan teknologi kontruksi yang lebih ramah lingkungan. (*)

Jurnalis: Roghib Mabrur
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Banyuwangi
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Top

search Search