TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

Aklamasi, Luluk Nur Hamidah Terpilih sebagai Ketua Umum Puskopontren

17/11/2019 - 08:14 | Views: 77.87k
Luluk Nur Hamidah saat foto bersama, usai terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Puskopontren. (FOTO: Istimewa)

TIMESINDONESIA, MALANG – Anggota DPR RI Fraksi PKB, Luluk Nur Hamidah, terpilih sebagai Ketua Umum Pusat Koperasi Pondok Pesantren (Puskopontren) periode 2019-2024.

Luluk terpilih pada Jumat (15/11/2019) kemarin, saat Puskopontren menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2018 dan Rapat Anggota Khusus di PP Nurul Falah Ciganjur, Jakarta Selatan.

Rapat itu juga dihadiri Ir. Wahyuni Kasubid Pelaksana Pertanggungjawaban Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi, serta jajaran pengurus Puskopontren.

Selain itu, peserta Rapat Anggota yang hadir dan mengikuti proses pemilihan, yaitu Dr Dianta Sebayang. Dianta menyatakan siap dan menyanggupi untuk menjadi Dewan Pakar Puskopontren. Dianta merupakan ekonom dari Universitas Negeri Jakarta.

Luluk-Nur-Hamidah-v3.jpg

Turut hadir dr. Muhammad Makky Zamzami, Pengurus Pusat ARSINU (Asosiasi Rumah Sakit NU) yang rencananya didapuk sebagai Ketua Bidang Jaringan dan Kerjasama.

Dalam rapat tersebut, diputuskan dua hal, pertama, menunjuk Luluk Nur Hamidah menjadi Ketua Umum Puskopontren periode 2019-2024 dan kedua, status Puskopontren diupgrade menjadi Koperasi Sekunder Nasional, yang wilayah kerja dan jangkauannya tidak hanya sebatas DKI Jakarta saja tapi seluruh wilayah Indonesia jika dikehendaki.

Luluk menyatakan bahwa pihaknya akan menyusun kepengurusan dan mengadakan rapat kerja sekaligus renstra (perencanaan strategis) untuk menjawab berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi oleh Puskopontren saat ini, termasuk membuka kesempatan kepesertaan Puskopontren dari luar Jabodetabek.

Selain itu, menurut Luluk, Puskopontren yang saat ini anggotanya sebanyak 25 koperasi yang berbasis pondok pesantren, harus memberi manfaat bukan hanya untuk anggota saja, tapi juga mampu melakukan fungsi pemberdayaan untuk masyarakat sekitar pesantren.

"Melalui koperasi pondok pesantren, kami ingin kembangkan pola pemberdayaan dan  kerjasama yang saling memberi manfaat pada anggota dan lingkungan sekitar pesantren," kata Luluk dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, Kopontren dapat melakukan kemitraan dan pembinaan UKM pada kelompok masyarakat, misalnya majlis taklim, kelompok remaja masjid dan mushola, serta kelompok perempuan. 

"Kami siap membuka akses dengan mitra dari segi permodalan, pelatihan, pembinaan manajemen usaha atau kelembagaan, serta terobosan pasar baik online maupun offline," tegas Wakil Ketua PP LKK PBNU itu.

Perempuan kelahiran Jombang itu mengatakan pihaknya menyambut positif keinginan pemerintah Jokowi yang ingin mengenalkan koperasi untuk kalangan santri.

Luluk melalui Puskopontren mengaku siap bekerjasama dengan pemerintah untuk melakukan pendidikan dan literasi perkoperasian, membangun budaya menabung dan wirausaha serta manfaatkan berjejaring dalam kegiatan perekonomian.

Luluk-Nur-Hamidah-v4.jpg

"Prinsip saling tolong menolong, saling menguatkan, serta gotong royong adalah modal sosial yang luar biasa yang dapat digunakan sebagai tawaran atas sistem ekonomi yang terlalu liberal dan kapitalis seperti sekarang ini. Manfaat berkoperasi bukan hanya untuk kesejahteraan anggota semata, tapi insyaallah membawa kemaslahatan umat secara luas.

Luluk semakin optimistis, karena pesantren memiliki kekuatan jaringan dan nilai-nilai kemandirian dan kejujuran yang kuat.

Alumni pondok pesantren Darul Ulum Jombang ini optimis jika Puskopontren dapat menjadi mitra strategis baik pemerintah, BUMN maupun pihak swasta.

"Alhamdulillah, respon terhadap kepengurusan baru ini cukup baik. Kami sudah menerima tawaran kerjasama dari berbagai pihak. Dari Kementerian Koperasi siap mendukung program kami. Perbankan dan BUMD juga menyatakan minat untuk kerjasama. Dalam waktu dekat insyaallah Bulan Desember tahun ini, kami akan mengadakan Festival Koperasi Pondok Pesantren sebagai ajang silaturahim dan membuka pintu kemitraan antara koperasi pondok pesantren dengan pihak luar," bebernya.

Pihaknya mengaku siap dan membuka kesempatan kerjasama dengan pihak manapun untuk memajukan ekonomi umat.

Selain itu, Luluk akan mendorong Puskopontren dapat menjadi mitra tidak terbatas Kementerian Koperasi dan UKM. Namun, tidak menutup mata dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan, termasuk Kementerian Desa, Kementerian Tenaga Kerja, pihak swasta dan lain sebagainya.

"Mohon doanya," pintanya.

Luluk Nur Hamidah yang diamanahi sebagai Ketua Umum Puskopontren, menunjuk Saiful Arifin sebagai Sekretaris Puskopontren. Ia berharap bisa berkolaborasi dan menjalin sinergitas yang baik serta mampu membangun kerjasama produktif dengan banyak pihak. (*)

Jurnalis: Mohammad Naufal Ardiansyah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Malang
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Top

search Search