TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Wisata

Kota Batu Diyakini Bisa Sulap Sungai Kumuh Jadi Tempat Nongkrong Wisatawan

18/11/2019 - 22:49 | Views: 72.55k
Taman Kumbasari Kota Denpasar atau yang dikenal dengan Taman Tukad Korea Bali menjadi destinasi wisata untuk wisatawan yang berkunjung di Kota Denpansar. (FOTO: Imadudin M/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BATUKota Batu diyakini mampu mengadopsi inovasi Pemkot Denpasar yang mengubah sungai kumuh dan penuh sampah jadi lokasi nyaman bagi wisatawan untuk berkunjung.

Dulu sungai disamping Pasar Badung, Denpasar Bali dikenal kumuh dan dipenuhi sampah, namun sejak bulan Oktober tahun 2018 sungai ini jadi tempat nongkrong warga dan wisatawan yang berkunjung ke Bali. 

Padahal dahulu tidak ada yang mau nongkrong di tempat ini karena dimana-mana berserakan sampah yang menebar bau busuk. 

Sekarang disana-sini terlihat asri, penuh dengan berbagai jenis tanaman mulai dari Pohon Palem yang menghiasi kiri dan kanan sungai. 

Taman-Kumbasari-Kota-Denpasarb.jpg

Sejumlah ornamen batu tersusun apik lengkap dengan kursi taman yang berwarna-warni. Selain tertata, taman ini juga dilengkapi jembatan apung, lengkap dengan air mancur yang terlihat begitu indah. 

Apalagi malam hari, taman yang begitu indah ini bertambah terlihat istimewa di malam hari, karena pengaturan lampu yang menimbulkan kesan romantis. 

Taman Kumbasari ini juga memiliki jalan setapak dengan lebar sekitar 2-3 meter, yang dihiasi dengan aneka lampu hias warna-warni, ada juga air mancur yang terpasang di sisi kanan kiri serta di bagian bawah jembatan.

Banyak terlihat warga yang beraktivitas di taman tersebut. Mulai berfoto dengan teman, keluarga, atau kekasih, hingga duduk bersantai menikmati suasana, hingga memancing. 

Sungai ini pun dilengkapi alarm detector sebagai early warning system yang memberikan peringatan kepada warga beberapa menit sebelum banjir datang, sehingga warga yang sedang rekreasi bisa menghindari banjir. 

Ya, tidak ada yang menyangka dahulu tempat ini sangat kumuh, dipenuhi sampah tradisional. Sekarang sama sekali tidak terlihat sampah dan tidak ada lagi tercium bau busuk. 

Kabag Humas Kota Denpasar, Dewa Gede Rai, S.Sos., M.Si mengatakan bahwa pembangunan taman sungai ini mengadopsi sungai Cheonggyecheon di Seoul Korea Selatan. 

"Dari awal kita melibatkan media untuk memberitakan setiap perkembangan pembangunan sungai ini. Sebelum pelaksanakan kita publikasikan lewat media dan medsos, tujuannya untuk menampung setiap aspirasi yang berkembang," ujarnya. 

Lewat manajemen informasi yang dilakukan Bagian Humas Pemkot Denpasar ini pula, masyarakat merasa dilibatkan karena mereka bisa memberikan masukan. 

Taman-Kumbasari-Kota-Denpasar-cjpg.jpg

"Setiap tahapan terus kita kawal, termasuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan," ujarnya. 

Langkah humas ini diimbangi dengan instansi lain termasuk DPRD yang gencar turun ke lapangan, hingga semua bisa terwujud. 

"Awalnya memang banyak yang mencibir, apalagi memang terkadang ketinggian air sungai yang berubah, hingga kita harus berulangkali membersihkan dan menyesuaikannya," katanya. 

Fungsi sungai tetap tidak ada perubahan, sebaliknya malah bertambah karena kini menjadi tempat rekreasi yang semakin banyak dikenal karena peran media massa. 

Perusahaan pun terlibat didalamnya dengan memberikan CSR untuk menambah sarana dan prasarana seperti ruang bermain anak dan kelengkapan lainnya. 

"Kita juga mendapatkan penghargaan pelestarian lingkungan lewat terobosan ini," ujarnya.

Kota Batu yang juga kota wisata ini diyakini mampu mengadopsi program Pemkot Denpasar tersebut untuk menarik wisatawan. Terlebih, kota ini memiliki aktivis Sabers Pungli (Sapu Bersih Sampah Nyemplung Kali) yang setiap minggu turun membersihkan sampah di sungai.(*)

Jurnalis: Muhammad Dhani Rahman
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Batu
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Top

search Search