TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Kesehatan

Anak Sering Makan Mi Instan? Waspadai Penyakit Ini

20/11/2019 - 06:41 | Views: 53.25k
Ilustrasi Mi Instan. (FOTO: shutterstock/Istimewa)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Orang Indonesia akrab dengan konsumsi mi instan. Bahkan Indonesia menjadi negara kedua yang paling banyak mengonsumsi mi instan menurut data dari World Instant Noodles Associations (WINA) tahun 2018 setelah negara Tiongkok. Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun juga suka mi instan. Sebaiknya batasi jumlah makan mi instan untuk anak-anak agar tidak berdampak buruk untuk kesehatan.

Pada dasarnya mi instan hanya mengandung karbohidrat saja. Selain itu, tak ada nutrisi yang bisa didapat dari mi instan. Lalu apa dampaknya bagi pertumbuhan anak bila terlalu sering mengonsumsi mi instan?

Dilansir dari Klik Dokter, berikut akibat sering makan mi instan untuk kesehatan anak.

1. Obesitas

Jika anak Anda mengonsumsi mi instan secara berlebihan, maka akan berisiko obesitas. Sebab, kandungan maida sebagai bahan mi merupakan kalori kosong tanpa nutrisi yang lain. Jika anak mengalami obesitas maka pertumbuhan tubuh, khususnya tulang, akan terhambat dan menjadikan anak Anda pendek.

2. Tertinggal Pelajaran di Sekolah

Pada masa pertumbuhan dan perkembangan, si Kecil membutuhkan nutrisi yang lengkap untuk menunjang fungsi tubuh. Nutrisi tersebut termasuk protein, lemak, serat, mineral (kalsium, kalium, zat besi, seng, dan sebagainya), serta vitamin (A,B,C,D,E,K).

Nutrisi tersebut bisa didapat dari ikan, ayam, daging, telur, susu, kacang-kacangan, sayur dan buah. Ketika nutrisi tadi tidak dipenuhi kebutuhannya, maka seluruh fungsi tubuh tidak bekerja secara maksimal, termasuk otak.

3. Kerusakan Organ

Kandungan bahan-bahan kimia dalam proses pembuatan mi instan dapat berisiko merusak organ, apalagi pada anak-anak. Bahan kimia tersebut dapat mengakibatkan kerusakan pada organ ginjal, liver, atau jantung bahkan bisa memicu kanker.

Setelah mengetahui dampak berlebihan makan mi instan pada pertumbuhan dan kesehatan anak, maka Anda perlu membatasi konsumsinya. Konsumsi mi instan disarankan maksimal 1 kali dalam seminggu atau bahkan dalam sebulan. (*)

Jurnalis:
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber :
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Top

search Search