TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

Canting Elektrik Karya Dosen Poliwangi Bantu Pelaku Batik Swadaya Disa

20/11/2019 - 06:25 | Views: 15.08k
Dosen Poliwangi Ciptakan Teknologi Canting Elektrik Bantu Penyandang Disabilitas Meningkatkan Kemampuan dalam Membatik. (Foto : Roghib Mabrur/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen Politeknik Negeri Banyuwangi menciptakan sebuah inovasi teknologi canting elektrik (Cantrik) kepada pelaku batik Swadaya Disa (Disabilitas Bisa) di Desa Tampo, kecamatan Cluring, Banyuwangi.

Tim PKM yang diprakarsai oleh tiga dosen program studi D-III Teknik Informatika yakni Alfin Hidayat, S.T.,M.T. selaku ketua tim, beranggotakan Vivien Arief Wardhany, S.T.,M.T. dan Subono, S.T.,M.T. memilih Desa Tampo, karena desa tersebut terkenal sebagai desa perajin batik di Banyuwangi yakni batik Virdes.

Alfin Hidayat menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan PKM kepada penyandang disabilitas ini sangat bermanfaat bagi mitra Swadaya Disa, karena dapat memberikan manfaat nyata bagi kelompok dalam upaya memberikan kegiatan yang lebih produktif dan mandiri, sehingga anggota mitra dapat terlepas dari ketergantungan bantuan dari pihak lain. 

Canting-Elektrik-b.jpg

"Melihat potensi sekitar, pelatihan yang kami usulkan yakni mencanting batik, karena diharapkan bisa memberikan keterampilan bagi anggota dan dapat bekerja di UKM Batik yang ada di Desa Tampo atau membuat inisiasi usaha baru bagi mitra Swadaya Disa," kata Alfin, Rabu (20/11/2019).

Alfin bersama tim bertujuan bahwa dari 80% anggota Swadaya Disa dapat terampil dalam mencanting batik, juga ada inisiasi usaha baru yaitu membatik dan menjual nya melalui akun e-commerce.

Alfin bersama tim melakukan workshop Sitika Disa yang dilaksanakan pada tanggal 3 November 2019 lalu, program PKM yang didanai oleh Penghasilan Negara Bukan Pajak (PNBP) Poliwangi ini, seakan memberikan harapan baru bagi Swadaya Disa dalam mobilitas keseharian, termasuk memberikan peluang usaha baru.

Canting-Elektrik-c.jpg

"Ya semata-mata kami ingin mempermudah mobilitas dari penyandang disabilitas (yang masih bisa menggunakan tangan dan pikiran secara normal) dibuatkan canting elektrik yang mudah dipakai jika dibandingkan dengan menggunakan canting konvensional," ungkapnya.

Selain itu, Program Sitika Disa adalah berupa pelatihan mencanting batik menggunakan teknologi canting elektrik dengan metode canting tulis.

Menggandeng mitra UKM Batik Virdes, dalam hal ini yang diwakilkan oleh ibu Sutiana yang menyediakan tempat dan bahan untuk mencanting batik tulis menggunakan Cantrik.

Hasilnya adalah dari 5 orang yang mengikuti pelatihan mencanting batik didapatkan 2 orang yang diterima kerja di Batik Virdes sebagai karyawan UKM Batik Virdes dengan kompetensi mencanting batik, 2 orang lainnya ahli dalam pewarnaan kain batik, dan 1 lagi masih kesulitan untuk menguasai keahlian baik dalam hal mencanting maupun mewarnai kain batik.

Canting-Elektrik-d.jpg

Ketua Swadaya Disa dan perwakilan dari UKM Batik Virdes Sutiana menyatakan rasa terimakasihnya atas partisipasi dan bantuan dari tim PKM Poliwangi dalam memberikan workshop mencanting batik dengan tekonologi cantrik.

"Alhamdulilah kegiatan Workshop Swadaya Disa sangat membantu anggota kelompok untuk lebih produktif, dan berjalan lancar dari awal kegiatan selama 5 pertemuan ini, mereka jadi lebih bersemangat untuk meningkatkan kemampuan dalam mencanting batik maupun pewarnaan kain, terimakasih kepada tim PKM Poliwangi, yang sudah membuatkan teknologi cantrik yang mudah digunakan oleh mitra dalam penggunaannya dan sudah repot-repot datang memberikan kegiatan pelatihan yang bermanfaat," tutur Sutiana Bangga.

Edisi-Rabu-20-November-2019-cantin-elektrik.jpg

Sutiana menambahkan bahwa anak didiknya saat ini sudah ada yang diterima sebagai karyawan di UKM Batik Virdes. 

Alfin bersama tim Poliwangi berharap dengan adanya pelatihan kepada Swadaya Disa kedepan bisa menambah anggotanya yang terampil dan mandiri, saat ini yang ikut hanya 5 orang dari 12 orang yang bisa mengikuti pelatihan (masuk kategori bisa menggunakan tangan). (*)

Jurnalis: Roghib Mabrur
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Banyuwangi
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Top

search Search