TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah
Pilkada Musirawas 2020

LKPI: Belum Ada Lawan Sepadan Imbangi Petahana Hendra Gunawan

20/11/2019 - 08:55 | Views: 35.66k
Pemaparan hasil Survei oleh LKPI Terkait Pilkada Musi Rawas, Sumsel. (Foto: Rochman/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PALEMBANG – Petahana Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan, yakni H. Hendra Gunawan berpeluang mulus jika tidak mendapatkan lawan tanding yang sepadan di Pilkada 2020 mendatang.

Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI) dalam penelitiannmya mengungkapkan, .dibandingkan tokoh lain yang berpeluang maju, Peluang H2G (Hendra Gunawan) untuk memimpin kembali Kabupaten Musirawas Periode kedua cukup besar.

Demikian temuan survei yang digelar LKPI dengan tajuk “ Menakar Peluang Menang Calon-Calon Bupati Kabupaten  Musirawas pada Pemilukada 23 September 2020” yang dipaparkan, Selasa (19/11/2019) di Roca Cafe Palembang.

Survei yang digelar LKPI dengan melibatkan surveyor yang semuanya  mahasiswa dari Kota Palembang dengan mengambil sample 820 responden (82 desa/kelurahan) Survei digelar 5-15 Nopember 2019. Meode yang digunakan Multistage Random Sampling dengan marjin of error +/- 3,5 % dengan selang kepercayaan 95 %.   

Dari temuan survei, elektabilitas H. Hendra Gunawan (H2G) menempati urutan teratas, baik pada pertanyaan terbuka (Top of Mind) dan pertanyaan semi terbuka. Bahkan, pada pertanyaan tertutup yakni  uji simulasi head to head antar calon (H.Hendra Gunawan versus Ratna Mahmud Amin) elektabilitas H2G tembus 66,7 %. 

"Kuatnya tarikan elektoral H2G ini juga tercermin dari uji simulasi calon-calon bupati yang akan maju di pemilukada Kabupaten Musirawas. Nama H2G tetap konsisten berada diurutan teratas dengan interval elektabilitas cukup jauh jaraknya dibandingkian calon-calon lainya,” terang Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI) Arianto, ST, MT, MA ketika memaparkan hasil temuan surveinya.

Pilkada-Musi-Rawas-b.jpg

Lembaga yang tergabung dalam Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI) ini menjelaskan, pada pertanyaan terbuka,  elektabilitas H2G (30,8 %), Ratna Mahmud Amin (3 %), Hj. Suwarti (1,9 %), Samsul Bahri (0,9 %), Firdaus Cik Olah (0,6 %), Rodi Wijaya (0,4 %), Alamsyah A Manan (0,2 %), Wahyu Sumadi (0,2 %). Sementara massa yang  belum menentukan pilihan (massa mengambang) 60 %.

Pada pertanyaan semi terbuka dengan mengajukan 19 nama calon bupati dan diluar nama calon bupati, H2G tetap berada diposisi teratas dengan elektabilitas 57,2 %.

"Sementara Ratna Mahmud Amin (7,9 %), Hj. Suwarti (5,9 %), Firdaus Cik Olah (3,7 %), Wahyu Sumadi (1,2 %), Samsul Bahri (1,1 %), Rodi Wijaya (1,1 %). Untuk calon-calon lainnya masih berada di bawah  angka 1 % dan massa mengambang 19,8%,"terang Iyan.

Hal yang sama juga ketika disodorkan nama-nama calon yang akan maju di pemilukada mendatang dan diluar nama-nama yang disodorkan yang juga dipilih, tarikan elektoral masing-masing calon jelas terlihat.

Demikian juga pada uji simulasi empat calon sampai dua calon, H2G masih unggul jauh dan massa mengambang juga semakin kecil. Secara statistik elektabilitas   H2G unggul signifikan.

Mantan kordinator Lembaga Survei Indonesia (LSI) ini juga menerangkan dari 19 nama-nama calon yang diajukan sampai dengan dua nama yang disimulasikan (head to head), H2G masih konsisten berada diposisi teratas dari calon lain.

"Tautan elektabilitas dengan calon lain masih cukup jauh. Bahkan  uji simulasi ketika H2G head to head dengan calon lain, elektabilitas H2G mencapai angka 66,7 %,"ungkap Alumni Unsri ini.

Dari simulasi ini jelas terlihat, tingkat konsistensi pemilih terhadap H2G semakin mantab. Selain itu, modal popularitas dan akseptabilitas H2G  yang  tinggi juga merupakan faktor penentu tingginya angka  elektabilitas.

H2G memiliki popularitas (tingkat kedikenalan)  98,9 % dan akseptabilitas (tingkat kesukaan) sebesar 99,8 %.

Modal dasar yakni popularitas dan akseptabilitas yang sangat baik bagi H2G merupakan faktor utama dipilih masyarakat.

"Artinya, popularitas dan akseptabilitas H2G berbanding lurus (linear) dan ini pasti akan berdampak dengan tingginya elektabilitas. Secara teori perilaku pemilih, dua faktor ini yang mendongkrak kuat elektabilitas H2G," katanya.

Ditambahkan lelaki yang gemar memakai baju batik ini, Tingkat kepuasan masyarakat  selama H2G memimpin Kabupaten Musirawas juga cukup tinggi, yakni  73 % (puas) dan 5 % (sangat puas).

Selain itu, alasan pemilih  memilih  kembali H2H adalah  sangat rasional yakni Sudah ada bukti hasil kerja yang nyata (37,5 %), Bisa membawa perubahan yang lebih baik (22,2 %), Perhatian pada rakyat (22 %) dan berpengalama di pemerintahan (18 %).

Dari empat latarbelakang ini, tentunya alasan yang paling kuat bagi masyarakat untuk memilih H2G kembali pada pemilukada yang akan datang. Secara psikologis, masyarakat sudah merasakan nyaman dengan kepemimpinan H2G.

“Terlebih  lagi dilihat dari sebaran partai ke calon, pemilih H2G terlihat jelas tersebar dominan di semua partai politik, baik di partai Golkar, PDI-P, Gerindra, Nasdem, PKS, PKB, PAN, Demokrat, Hanura, PBB, PPP, Garuda dan Berkarya. Bahkan pemilih yang belum/tidak memilih partai politikpun sebarannya tetap memilih H2G.

"Jadi syarat dari sebaran partai politikpun juga terpenuhi dalam hal ini. Peluang Hendra Gunawan untuk memenangkan Pilkada Kabupaten Musirawas 23 September 2020 mendatang berpotensi sangat besar,"kata Dia.(*)

Jurnalis: Fathur Rochman
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : Palembang TIMES
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Top

search Search