TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Ketahanan Informasi

Di Busan, Dosen UB Paparkan Hasil Penelitianya pada Presiden

06/12/2019 - 16:40 | Views: 43.24k
Pertemuan Asosiasi Peneliti Indonesia Korea Selatan (APIK) dengan Presiden Jokowi

TIMESINDONESIA, BUSAN – Dosen Program Studi Ilmu Kelautan UB Malang Ade Yamindago, S.Kel., MP., M.Sc memaparkan hasil-hasil penelitiannya mengenai analisis dampak kontaminan-kontaminan baru pada organisme perairan melalui pendekatan molekuler di hadapan Presiden RI Joko Widodo.

Pemaparan itu disampaikan saat Jokowi di sela-sela kunjungannya menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) 30th ASEAN-RoK Commemorative Summit, di Kota Busan, Korea Selatan, Senin (25/11/2019) lalu.

Jokowi bertemu dengan peneliti Indonesia yang tengah berada di Busan, termasuk ilmuwan dari Universitas Brawijaya Malang Ade Yamindago, S.Kel., MP., M.Sc yang saat ini sedang menempuh pendidikan doktoral di University of Science and Technology (Korea Institute of Ocean Science and Technology) Korea Selatan.

Pertemuan-APIK-a.jpg

Pertemuan ini dihadiri oleh 22 orang perwakilan ilmuwan peneliti Indonesia di Korea Selatan yang tergabung dalam Asosiasi Peneliti Indonesia di Korea Selatan (APIK). 

Pada pertemuan itu Ade menjelaskan dampak kontaminan baru nanopartikel dan obat-obatan pada hewan-hewan air diantaranya adalah mempengaruhi komposisi bakteria asosiasi dan hubungan antara organisme dan bakteri asosiasinya, gangguan fisiologis seperti kerusakan DNA dan protein, kematian sel, stress oxidative, stress endoplasma retikulum, infertilitas dan sex reversal yang berakibat pada penurunan kesehatan, kematian dan penurunan populasi hewan air.

Temu-Ilmuwan.jpg

Pertemuan tersebut juga dipaparkan mengenai tiga rekomendasi dari para ilmuwan peneliti Indonesia di Korea Selatan untuk percepatan kemajuan riset dan inovasi di Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 melalui pendirian Universitas Riset Nasional (URI), optimalisasi peran Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) dan kolaborasi antara universitas dan industri untuk peningkatan kualitas sumberdaya manusia Indonesia yang unggul.

Dari pertemuan tersebut ilmuwan UB Malang makin dikenal di kancah internasional.(*)

Penulis: Dhira Khurniawan (CR-163)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Sholihin Nur
Sumber :
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Top

search Search