TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Ketahanan Informasi

Gandeng TIMES Indonesia LK3 BIMa Peringati Hari Disabilitas Internasional

13/12/2019 - 15:23 | Views: 25.16k
Suasana Pembahasan Kasus Disabilitas di D'Tawang Resto. (FOTO: AJP/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANTUL – Peringati Hari Disabilitas Internasional Lembaga Konsuntasi Kesejahteraan Keluarga Bina Insan Mandiri atau LK3 BIMa Yogyakarta menggelar serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan disabilitas.

Seperti mengadakan assesment khususnya bagi anak-anak menjelang selesai sekolah yang setingkat SMALB untuk mengetahui sejauh mana kesiapan mereka untuk mempersiapkan kehidupnnya secara mandiri. Permasalahan lainnya seperti masalah jaminan kesehatan, pendampingan anak-anak yang berprestasi dan sebagainya.

LK3-BIMa-2.jpg

Hasil assesmen yang diperoleh tersebut akan dilanjutkan dengan mengadakan Konferensi Kasus. Melibatkan berbagai instansi dan profesional terkait untuk turut mengurai masalah yang dihadapi dapat terpecahkan secara integrafif, efektif dan tepat sasaran. Kegiatan konferensi kasus dilaksanakan selama 1 hari di D’Tawang Resto Gamping Sleman, untuk membahas berbagai persoalan psikososial yang masuk ke lembaga. Setidaknya ada 18 kasus yang dibahas dan harus dicarikan solusi pemecahannya.

Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi PMKS Dinsos P3A Kabupaten Bantul, ibu Tunik Wusri Arliani, S.Sos, M.SE, menyampaikan apresiasi kepada LK3 BIMa yang sudah menginisisasi untuk membantu memecahkan permasalahan sosial dengan metode yang benar melalui mekanisme assesmen mendalam dan terstruktur. Di kabupaten Bantul sendiri permasalahan sosial meliputi 25 kriteria yang ada termasuk, disabilitas, lansia dan orang dengan gangguan jiwa. Belaiu juga berharap dengan adanya lembaga-lembaga sosial yang ada akan turut serta mengurangi angka kemiskinan yang ada.

Sekretaris LK3 BIMa dan Forum LK3 DIY Agus darmono menyampaikan tim pembahas Pembahadan Kasus disabilitas mengundang profesional dan praktisi yang berkaitan dengan disabilitas seperti dari Tim Peksos, Tim Kesehatann, TKSK, Peksos, Pendamping Disablitas, Guru SLB, Jurusan IKS UIN Suka, Dinas Sosial, dan LKS/ Panti Asuhan dan unsur dunia usaha.

Pembahasan kasus disabilitas yang dilaksanan selama 1 hari yang diikuti oleh 30 orang di D’Tawang Resto, (12/12/2019) memberikan gambaran kepada kita. Secara umum permasalahan anak-anak disabilitas dibutuhkan kedekatan keluarga, lingkungan masyarakat dan pendamping yang mampu meningkatkan ketrampilannya. Sehingga pasca mereka lulus sekolah memiliki ketrampilan yang bisa menopang kemandirian mereka sekaligus untuk berkegiatan dan berinteraksi dengan masyarakat. Permasalahan lain yang paling banyak muncul seperti masih banyak stigma dari masyarakat yang kurah ramah terhadap disabilitas. Sehingga diperlukan gerakan sosialisasi tentang ramah disabilitas dengan berbagai kegiatan.

Berkaitan dengan Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada tanggal 3 desember yang lalu, LK3 BIMa menggandeng LKS Bina Insan Mandiri Yogya dan SLB Ma’arif Bantul dengan didukung oleh Pemkab Bantul, Times Indonesia, PEC, LKS Mitra Amanah, LKSA Miftahul Jannah dan pengiat disabilitas dan donatur akan mengadakan berbagai kegiatan bersama pada tanggal 18 Desember 2018

Kegiatan yang bertajuk “Menjadi disabilitas bukan sebuah hambatan” mendorong acara puncak HDI BIMa 2019 dan HUT SLB Ma’arif ke 9 dengan kegiatan antara lain, bantuan seragam adat jawa untuk siswa SLB Ma’arif, penyerahan kursi roda untuk sasaran lansia duafa. Lomba mewarnai bagi siswa SDLB dengan Tropi Juara 1 dari Bupati Bantul dan donatur lainnya. Tropy, uang pembinaan, pemberian bingkisan dan rekreasi bersama.

Dalam kegiatan tersebut juga akan ditampilkan berbagai ketrampilan khususnya kesenian dari berbagai SLB yang ada di kabupaten Bantul. Kegiatan akan lebih meriah lagi karena untuk acara hiburan akan dipandu Kak Dhimas Badut Retro dengan atrasi badut dan sulapnya.

Di akhir acara yang digelar LK3 BIMa Yogyakarta, dilaksanakan konferensi kasus Tunik dari Dinsos mengharapkan kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara rutin sehingga persoalan yang dirasa berat menjadi ringan pada saat dipikirkan dan dilakukan secara bersama-sama sesuai kekuatan dan kemampuan masing-masing. (*)

Penulis: Narezwari Nindya Pramesti (DJ-187)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber :
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Top

search Search