TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

BPCB Jatim Minta Dra Hj Dewanti Tinjau Situs Pendem

14/12/2019 - 17:43 | Views: 17.96k
BPCB merekomendasikan Wali Kota Batu, Dra Hj Dewanti Rumpoko M.Si berkunjung ke Situs Pendem. (FOTO: Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia) 

TIMESINDONESIA, BATU – Balai Pelestarian Cagar Budaya Trowulan Jawa Timur (BPCB Jatim) meminta Wali Kota Batu, Dra Hj Dewanti Rumpoko M.Si untuk meninjau penggalian Situs Pendem

Pasalnya, hingga hari terakhir penggalian menunjukkan harus dilakukan penggalian lanjutan mengingat temuan struktur Candi semakin meluas. 

Selain itu, temuan ini diyakini sangat penting karena bisa menguak sejarah Kota Batu yang selama ini banyak berpijak pada temuan Candi Songgoriti. 

BPCB-2.jpg

Keberadaan Situs Pendem ini bisa menghubungkan antara Prasasti Sangguran, Candi Songgoriti, Candi Rondo Kuning Songgokerto dan banyak temuan purbakala lain di Kota Batu. 

"Kita merekomendasikan penggalian lanjutan, karena ekskavasi yang kita lakukan menunjukkan bentangan struktur bangunan Candi masih berlanjut ke arah Utara dan Selatan," kata Arkeolog BPCB Trowulan Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho. 

Hingga kini bentangan yang sudah tergali sepanjang tujuh meter. Meskipun hari kedua, tim merubah arah ekskavasi karena pada kotak gali kedua tidak ditemukan struktur bangunan candi. 

Pengujian isi tanah dengan menggunakan metode sondir (cone penetometer test) pada empat titik juga tidak menemukan tanda-tanda struktur bangunan candi. 

BPCB-3.jpg

Struktur bangunan candi ditemukan justru di sekitar titik awal temuan Situs Pendem, dimana di temukan empat lapis batu bata yang diduga merupakan pondasi candi. 

"Bentuknya seperti batur mangapa (teras candi), kalau bangunan atasnya sudah tidak ada, sudah hancur karena kita temukan banyak framen, entah hancur karena bencana alam atau dirusak," kata Wicaksono. 

Hingga saat ini, tim sudah membuka lima kotak penggalian dan menemukan siku candi mengarah ke arah Barat. 

"Kita juga melakukan penggalian di bawah Yoni dan Arca Lembu Nandi, kita tidak menemukan apa-apa, artinya dua benda purbakala ini bukan berada di lokasi asli, tapi sudah dipindahkan," ujarnya. 

Menurut Arkeolog BPCB Jatim ini, dalam sebuah candi, Yoni biasanya berada di tengah Candi. Keberadaan Arca Lembu Nandi di Situs Pendem ini menunjukkan bahwa candi ini dibangun penganut Hindu Siwa. (*)

Jurnalis: Muhammad Dhani Rahman
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Batu
Copyright © 2019 TIMES Indonesia
Top

search Search