TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

Diskusi Kopi TIMES, Regenerasi Kepemimpinan Harus Ditopang oleh Pemilih Cerdas

18/01/2020 - 23:46 | Views: 15.61k
Diskusi Kopi TIMES, TIMES Sumsel - MLC Kantor Hukum Akhmad Yudianto, SH di Pakjo Indah. (Foto: Rochman/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PALEMBANG – Di acara diskusi Kopi TIMES, Ketua Umum Partai Gelora Sumsel, Erza Saladin mengatakan  selama 15 tahun menyelenggarakan pilkada, regenerasi kepemimpinan harus ada. Harusnya pemilih berani memilih pemimpin yang mampu menyejahterakan masyarakat.

“Kita sepakat, Kalau parpol bertanggungjawab mencari pemimpin yang diinginkan masyarakat, tapi tidak hanya parpol yang bertanggung jawab, tapi rakyat juga bertanggungjawab untuk memilih pemimpinnya,” tegas dia saat bicara di acara Kopi TIMES yang digelar TIMES Sumsel - MLC Kantor Hukum Akhmad Yudianto, SH, Sabtu sore (18/1/2020) di Komplek Pakjo Indah Palembang.

“Partai Gelora sangat apresiasi calon pemimpin yang dikategori pemimpin milenial, karena Partai Gelora punya kenyakinan bahwa di tangan para Milenial regenerasi kepeminpinan akan terjadi, karena konten pilkada itu regenerasi kepemimpinyang ada,” imbuhnya.

Sementara Komisioner KPU Sumsel Hepriyadi, SH mengatakan regenerasi kepemimpinan yang baik adalah bagaimana membangun kesadaran politik untuk memilih pada saat Pilkada .

"Stagnasi dalam kepemimpinan karena orang potensial gak bisa maju dan fatsun parpol yang masih mengukur dengan indikator mahar ini bisa dikurangi melalui kesadaran politik warga," ujarnya.

Untuk itu kedepan sosialisasi pemilih cerdas akan digencarkan dalam pilkada agar rakyat memilih. "Apalagi MUI juga telah menghimbau agar tidak golput," ungkap Hepri.

Diskusi-Kopi-TIMES-b.jpg

Hal yang sama disampaikan Syamsul Alwi, komisioner Bawaslu Sumsel. Dia mengatakan dalam regenerasi kepemimpinan yang terpenting masyarakat memilih dan tahu yang dipilih. Untuk itu sosialisasi pemilih cerdas perlu gencar dilakukan kepada masyarakat.

"Dengan adanya pemilih cerdas ini maka pemilih akan paham visi - misi kandidat dan paham rekam jejak kandidat," ungkap Syamsul.

Dan yang terpenting menurutnya, dalam setiap tahapan proses ini, pengawasan harus dilakukan terutama praktik politik uang, politisasi sara dan hoaks tidak terjadi.

Sebagai penutup, Ketua PWI Sumsel, Firdaus Komar, menyatakan, bahwa dalam yang proses regenerasi kepemimpinan dalam Pilkada Serentak 2020, Partai Politik sangat berperan. Seberapa berani Partai Politik menawarkan calon-calon pemimpin baru untuk regenerasi.

"Kita sebagai jurnalis dan media hanya mengawal dan menyosialisasikan proses yang ada agar ada perubahan yang baik dalam penyelenggaraan, demi terwujudnya pemimpin yang berkualitas dan berintegritas,” ungkap Bung Firkom sapaan akrabnya.

Selain Partai Politik, lanjut Firkom, penyelenggara pilkada juga bertanggung jawab soal regenerasi kepemimpinan dalam hal penyelenggaraan yang baik dan proposional. Dan peran media dalam pilkada juga harus tetap on the track dalam proses pilkada ini. "Media dapat berperan dalan hal sosialisasi ke masyarakat proses tahapan pilkada, dan terkait. Dengan pilkada, ada beberapa stake older yang berperan," kata Alumni FKIP Unsri ini saat bicara di acara diskusi Kopi TIMES.(*)

Jurnalis: Fathur Rochman
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Palembang
Copyright © 2020 TIMES Indonesia
Top

search Search