TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Pendidikan

Melalui Pendidikan Vokasi, Kemenperin Dorong Tenaga Kerja Industri Kompeten

21/01/2020 - 21:22 | Views: 14.07k
Peserta pendidikan vokasi yang digelar melalui kerjasama Kemenperin dan PT Petrokimia Gresik (Foto: Akmal/TIMES Indonesia).

TIMESINDONESIA, GRESIK – Kementrian Perindustrian RI (Kemenperin RI) mendorong tenaga kerja bisa lebih kompeten melalui pendidikan vokasi. Dari pendidikan lanjutan ini, diharapkan bisa memenuhi sumber daya manusia yang dibutuhkan industri.

Seperti halnya yang telah dilakukan PT Petrokimia Gresik yang telah membuka program vokasi Diploma 1. Ada 273 orang yang mengikuti program tersebut.

Kepala Badan Pengembangan SDM Industri, Kemenperin, Eko S. A. Cahyanto mengatakan, selain di Gresik program yang sama ini dilakukan serentak di 12 provinsi dan 15 kabupaten kota.

Eko memaparkan pentingnya pendidikan vokasi dalam kebutuhan industri. Selama mengikuti program ini, peserta dibekali kemampuan dengan metode belajar 70% praktik dan 30% teori.

"Dalam rangka memenuhi kebutuhan industri kita juga punya beberapa unit pendidikan dan pelatihan yakni 10 politeknik, 3 akademi komunitas, 9 SMK dan 7 balai diklat yang tersebar di Indonesia," katanya.

Diungkapkan lebih jauh oleh Eko, setiap tahun pihaknya menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan untuk menyiapkan dan mengembangkan aparatur, tenaga kerja industri dan wirausaha baru.

"Pendidikan vokasi yang kami lakukan ini ditujukan untuk mengembangkan aparatur dan menyiapkan sumber daya manusia industri yang kompeten. Juga ini bagian link and match kurikulum dan kebutuhan industri," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi, menjelaskan program ini merupakan kontribusi dalam mendukung pemerintah untuk menciptakan SDM unggul sesuai dengan kebutuhan industri.

Kegiatan ini bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) kementerian perindustrian (Kemenperin).

"Total ada 58 peserta mengikuti program link and match dengan industri pada periode ini, 34 diantaranya dari jurusan teknik kimia industri, dan 24 orang dari jurusan pemasaran dan logistik," ujar Rahmad.

Sementara itu, untuk meningkatkan value program vokasi ini, setiap akhir periode pendidikan peserta akan diuji melalui sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BSNP).

"Dengan konsep ini, ilmu yang didapat peserta lebih aplikatif, ketika nanti diterapkan di industri dan sesuai konsep pendidikan vokasi yang bertujuan untuk menunjang pengisian keahlian terapan tertentu," tambah dia. (*)

Jurnalis: Akmalul Azmi
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Gresik
Copyright © 2020 TIMES Indonesia
Top

search Search