TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Pendidikan

KKN UMY Ikut Tanamkan Nilai Keislaman Melalui Wayang

22/01/2020 - 15:55 | Views: 22.56k
Seorang pengajar sedang memainkan wayang dihadapan santri TPA Masjid Ismail Dusun Tanjunggunung, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta. (FOTO: M. Willian Susilo/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTAWayang merupakan salah satu budaya Indonesia yang sampai saat ini masih digandungi masyarakat. Wayang sering di pakai sebagai salah satu media pembelajaran bahkan media dakwa. Hal ini seperti yang dilakukan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KKN UMY) tim 075.

Dengan wayang, para mahasiswa mengenalkan nilai-nilai keislaman di TPA Masjid Ismail Dusun Tanjunggunung, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta. Program ini merupakan kegiatan agar anak-anak setempat aktif mengikuti kegiatan keagamaan di masjid atau yang disebut dengan TUJID (Turu Masjid).

“Kegiatan Turu Masjid ini salah satu kegiatan TPA Masjid Ismail yang bertujuan supaya anak-anak nongkrong yang tidak jelas manfaatnya dan aktif datang ke Masjid,” kata Latif, pengajar TPA di Masjid Ismail

Kegiatan Turu Masjid ini di laksanakan pada setiap malam Minggu, usai Isya hingga subuh. Salah satu kegiatannya meningkatkan nilai-nilai islam.

“Metode pembelajaran melalui wayang ini bisa menghilangkan kejenuhan anak-anak TPA dalam meningkatkan pembelajaran agama Islam,” kata M Willian Susilo, ketua KKN tim 075 UMY.

Willi, sapaan akrabnya, menerangkan, wayang sebagai media pembelajaran karena melihat anak-anak yang mulai kehilangan pengetahuan terhadap nilai-nilai lokal. Dengan media wayang, tidak hanya sebagai media pembelajaran agama namun juga mengenalkan budaya dan nilai-nilai lokal.

“Mas boneka wayangnya lucu mas trus seru dan ceritanya tentang berbakti kepada orang tua,” papar Faris, santri TPA Masjid Ismail.

Selain itu, program KKN UMY juga memperkenalkan budaya wayang kepada anak-anak TPA serta menanamkan nilai-nilai keislaman dan kearifan wayang punakawan Metode ini dilatarbelakangi sejarah dakwah yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga di tanah Jawa. (*)

Jurnalis: M Willian Susilo (DJ-176)
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sholihin Nur
Sumber :
Copyright © 2020 TIMES Indonesia
Top

search Search