TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

Asrorun Berharap Graha IKA PMII Malut Jadi Instrumen Pengembangan Wirausaha

24/01/2020 - 23:47 | Views: 21.61k
Deputi Bidang Pengembang Pemuda Kemenpora RI, Asrorun Ni'am Shaleh (FOTO: Iwan/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, TERNATE – Graha Ikatan Keluarga Alumni PMII Maluku Utara (Graha IKA PMII Malut) diresmikan oleh Deputi Bidang Pembangunan Pemuda Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Asrorun Ni'am Shaleh yang didampingi Gubernur Malut, KH Abdul Gani Kasuba, Lc pada, Jum'at (24/01/2020) sore tadi.

Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PMII Maluku Utara (Malut) Asmar Bani, mengatakan, graha yang dibangun Kemenpora merupakan landasan organisasi alumni PMII Malut yang telah dinamai dengan bahasa Jawa.

Kata graha bisa diubah dengan bahasa lokal sebagai identitas yang perlu digunakan sebagai nama gedung ini melalui kajian - kajian secara internal.

Dengan pembangunan graha IKA PMII Malut tentu menjadi barometer bahwa salah satu organisasi alumni di Malut yang memiliki sekretariat permanen. Apalagi graha merupakan satu pioner trilogi organisasi yang terpenting untuk dapat mengelola organisasi dengan baik.

Asrorum-Niam-Shaleh-2.jpg

"Kalau tidak ada tempat seperti dulu, kita susah. Jadi terima kasih kepada Kemenpora yang telah memberikan bantuan pembangunan graha IKA PMII Malut," kata Asmar.

Lanjut Asmar, graha tersebut tentu akan menjadi tempat pengembangan mutu dan kualitas organisasi dengan melaksanakan kaderisasi maupun pelatihan dan kegiatan - kegiatan keagamaan dan sosial dari jenjang tingkatan paling bawa.

Yang menjadi catatan penting dari kehadiran graha ini adalah untuk mencerdaskan seluruh genereasi alumni Nadhatul Ulama. Karena PMII juga bagian yang tidak bisa dipisahkan dari generasi NU. 

"Jadi jangan menganggap bahwa warga NU itu hanya cuman Ansor dengan yang lain. Karena banyak kader PMII juga menjadi penyangga untuk pengembangan NU di Provinsi Maluku utara maupun di Indonesia," tutupnya.

Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI melalui Deputi Bidang Pengembangan Pemuda, Asrorun Ni'am Shaleh menjelaskan, prioritas nasional untuk kepentingan pendukungan bagi SDM unggul adalah dengan pengembangan kepemudaan.

Ada tiga hal penting yang menjadi konsep Kemenpora dalam pengembangan kepemudaan dimasa akan datang. Yaitu pengembangan kepemimpinan, membangun kepoloporan dan sukarelawanan dan tarakhir pengembangan kewirausahaan.

Asrorun pun menilai bahwa muncul masalah sosial di masrakat akibat tidak cukup tereksplornya fungsi kepemimpinan kaum muda. Seperti kasus narkoba, radikalisme kemudian kenakalan anak muda itu dipicu karena minimnya fungsi kepemimpinan dan ketidak teraktualnya fungsi kepemimpinan secara memadai yang menjadi salah satu pintu untuk membangun kemandirian kita sebagai bangsa. 

Dan presiden Jokowi dengan konsep pengembangan SDM merupakan pintu masuk dengan membangun wirausahan baru, dan paling potensial adalah generasi muda.

Asrorum-Niam-Shaleh-3.jpg

"Makanya graha ini bisa dijadikan salah satu pusat instrumen untuk pusat pengembangan wirausahan kaum muda. Kegiatan pelatihan di bidang wirausaha, keuangan dan lainya. Dan ini berjejaring dengan lembaga keuangan yang sudah mapan sehingga muncul enterpreneur muda," jelas Asrorun kepada awak media usai menandatangi prasasti Graha IKA PMII Malut, Jl. Cempaka Kel. Tanah Tinggi Kota Ternate.

Untuk 2020, Asrorun mengungkapkan bahwa ada tiga poin penting yang nanti akan dilaksanakan bagi Maluku Utara.

Diantaranya yang pertama adalah melengkapi sarana kepemudaan dari tunggakan bantuan 2019 yang telah dibangunkan sebuah graha. Tentu graha ini dapat diharapkan sebagai pusat kegiatan. Maka tanggung jawab Kemenpora adalah menyediakan sarananya di 2020. Sehingga dapat memudahkan pemanfaatan graha untuk kepentingan kegiatan pelatihan, kepemimpinan, kewirausahaan dan untuk kegiatan kepemudaan yang positif. 

Kemudian kedua, penumbuhan minat kewirausahaan dan juga dukungan fasilitasi bagi pelaku usaha muda dengan akses permodalan. Itu dilakukan secara terbuka dan basisnya online. "Kita harapkan anak - anak muda yang konsen di bidang wirausaha di Malut bisa memanfaatkan kegiatan ini secara optimal," imbuhnya.

Dan ketiga adalah rekruting paskibraka yang akan menjadi pasukan pengibar bendera di istana, dan itu mulai dilakukan dari paling bawa dengan melalui satuan pendidikan. 

"Nah Malut tiap tahun mendapat jatah satu pasang dan seleksinya bisa lebih optimal dan melibatkan stakeholder secara lebih luas baik satuan pendidikan SMA, SMK dan Madrasah sehingga memperoleh hasil yang terbaik dari terbaik," harap Asrorun. 

Untuk menjadi Paskibraka Nasional pastinya memiliki skill dan kemampuan karena dia dilatih secara intensif. Selain itu seorang Paskibraka pastinya memperoleh pendidikan maupun pelatihan secara ketat.

"Dengan begitu, Kemenpora juga menjaminkan bagi setiap purna paskibraka akan menjadi prioritas untuk melanjutkan studi pada jenjang pendidikan baik itu Universitas, Sekolah Tinggi, dan Akademi Militer dan Kepolisian RI," ujar Asrorun usai peresmian Graha IKA PMII Malut. (*)

Jurnalis: Iwan Marwan (MG-225)
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber :
Copyright © 2020 TIMES Indonesia
Top

search Search