TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Ketahanan Informasi

KKN UM Telusuri Sejarah dan Potensi Desa Pagelaran yang Tidak Terekspos Media

25/01/2020 - 14:32 | Views: 29.03k
Kegiatan di Desa Pagelaran. (FOTO: AJP/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – 15 mahasiswa KKN UM jurusan Seni dan Desain diterjunkan di Kecamatan Pagelaran, Kab Malang.

Salah satu rogram kerja yang mereka angkat adalah menggali potensi budaya, sosial dan ekonomi.

Pagelaran adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kecamatan ini berjarak sekitar 12 Km dari Ibu Kota Kabupaten Malang ke arah tenggara melalui Gondanglegi yang memiliki Pusat Pemerintahan di Desa Pagelaran.

Berdasarkan informasi dari Sukirno, seorang dalang senior di Dusun Mataraman, Desa Pagelaran hanya ada 100 copy buku berjudul “Sejarah Desa Pagelaran” dan buku tersebut tidak diperdagangkan secara bebas.

Buku tersebut dibagikan ke perangkat-perangkat desa dan sisanya dipinjamkan kepada orang yang membutuhkan informasi pada buku tersebut. Belum ada literasi elektronik yang menggambarkan desa ini, sedangkan dalam menyambut era industri 4.0 perlu adanya salinan dunia fisik secara virtual atau transparansi informasi sehingga siapapun dari belahan dunia manapun bisa mengakses informasi seputar Pagelaran.

Desa Pagelaran mengadaptasi seni dan budaya dari Yogyakarta, hal ini berawal pembabatan hutan glagah yang dilakukan oleh penduduk migrasi dari Mentaram, Yogyakarta.

Dugaan lain yang membawa mereka bermigrasi yaitu penangkapan prajurit Diponegoro (1830) dan letusan Gunung Merapi (1914). Dusun Mentaraman merupakan salah satu dusun yang  memiliki eksistensi seni dan budaya yang kuat.

Pada dusun ini dijumpai beberapa set gamelan yang tersedia di beberapa rumah warga, sanggar tari, grup ludruk, pelukis, dan dalang.

Berbeda dengan Dusun Krajan, seni yang dibawakan adalah seni membuat gerabah yang mana menurut Nuriati, salah satu pengerajin gerabah di Dusun Krajan menduga-duga asal muasalnya dari Dinoyo, Kota Malang.

           

Potensi-potensi yang ada di Desa Pagelaran khususnya Dusun Mentaraman menjadikan kegiatan warganya tidak pernah kosong. Seminggu ada dua kali pelatihan karawitan dan menari disanggar.

Melihat banyaknya potensi yang tersedia, Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang turut serta dalam kegiatan tersebut dan bekerjasama dengan warga setempat untuk menggelar pagelaran seni untuk menyambut tahun baru 2020 di Dusun Mentaraman (31/12/2019).

Kegiatan tahun baru tersebut terdokumentasikan dalam video berjudul “Acara Tahun Baru Desa Pagelaran Malang” oleh Heru Susanto dan tim KKN Universitas Negeri Malang.

Dalam video berdurasi 8 menit 12 detik tersebut menampilkan rangkaian kegiatan tahun baru memanfaatkan potensi-potensi di Dusun Mentaraman serta menjelaskan tentang asal muasal adanya seni karawitan di Desa Pagelaran.

Berikut video: Acara Tahun Baru Desa Pagelaran Malang 

Selain kesenian-kesenian diatas adapula seni tari. Pagelaran memiliki tarian khas yakni Tari Beskalan.  

Tarian ini biasanya dipertunjukan pada saat penyambutan tamu besar yang datang ke sana. Selain menjadi tarian selamat datang, Tari Beskalan ini juga sering dipertunjukan pada pementasan Ludruk sebagai tarian pembuka setelah Tari Remo.

Tarian ini merupakan salah satu tarian tradisional Malang yang terkenal selain Tari Topeng Malangan.

Menurut beberapa sumber sejarah yang ada, Tari Beskalan ini awalnya merupakan bentuk tarian ritual yang dilakukan oleh masyarakat Malang pada jaman dahulu apabila akan membuka lahan atau mendirikan bangunan.

Pada saat mengawali penggalian tanah, biasanya diadakan ritual penanaman tumbal yang sering disebut dengan “cok bakal” atau “sesajen”. Adapula tari garapan Supatin, seniman tari yang menggabungkan Tari Beskalan dengan gerabah khas Desa Pagelaran sebagai properti tarinya.

Meski Desa Pagelaran memiliki potensi dominan di bidang kesenian, potensi dibidang cocok tanamnya tidak kalah menarik. Pertanian di Desa Pagelaran terbilang cukup maju, bahkan warganya memanfaatkan hasil tani dengan maksimal.

Hampir seluruh warganya tidak membeli beras di pasar melainkan memanfaatkan hasil pertaniannya sendiri. Setiap musim panen padi selalu ada ritual yang disebut "petik padi" yang mana dilakukan dengan tujuan memanjatkan rasa syukur atas nikmat dan berkah karunia Tuhan dengan harapan musim tanam mendatang hasil panennya melimpah.

Tidak kalah dengan pertanian, Desa Pagelaran juga memiliki budidaya tanaman organik yang dicetuskan oleh mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang sebelumnya. Budidaya tanaman organik inipun terus berkembang dan mampu membantu perekonomian warga sekitar Dusun Sipring. 

Potensi-potensi diatas terangkum dalam video berdurasi 3 menit 15 detik oleh Heru Susanto dan tim KKN Universitas Negeri Malang,

Berikut video: Profil Desa Pagelaran

Dengan potensi-potensi tersebut diharapkan Desa Pagelaran mampu menjadi Desa Wisata Edukasi Seni pada tahun 2021 yang mana dalam mencapai tujuan tersebut KKN UM  turut andil dalam peluncuran branding dan pengarsipan track record Desa Pagelaran. (*)

Penulis: Alif SM (CR-173)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber :
Copyright © 2020 TIMES Indonesia
Top

search Search