TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Pendidikan

HTQ UIN Malang Kembangkan Hafalan Melalui Sekolah Tahfidz

28/01/2020 - 13:36 | Views: 13.56k
Pembukaan Hai'ah Tahfidz Al-Qur'an (HTQ) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. (foto: Delfi Nihayah/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Menghafal Al-Quran tentu menjadi keinginan setiap umat muslim. Namun, menghafal Al-Quran bukan hal yang mudah bagi semua orang. Apalagi bagi mahasiswa yang memiliki kesibukan di dunia perkuliahan. Untuk itu, Hai'ah Tahfidz Al-Qur'an (HTQ) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim atau UIN Maliki Malang, Jawa Timur membuka program Sekolah Tahfidz untuk memfasilitasi mahasiswa UIN Malang yang ingin menghafalkan Al-Quran, Senin (27/01/2020)

Program Sekolah Tahfidz, merupakan program tahunan HTQ yang dibuka untuk mahasiswa seluruh jurusan. Biasanya program ini dibuka saat seminggu setelah awal masuk perkuliahan. Namun untuk tahun ini, HTQ membuka pendaftaran Sekolah Tahfidz sejak hari pertama masuk kuliah. 
Hal ini karena efektivitas waktu yang disesuaikan dengan masuknya bulan ramadhan.

"Programnya dimajukan karena kita ngejar waktu, agar selesai sebelum ramadhan," ungkap Abdullah Zainur Rauf, Kepala HTQ.

Pelaksanaan Sekolah Tahfidz ini berlangsung setiap hari selama satu semester.
 
Sistem setoran hafalan dalam sekolah tahfidz ini menyesuaikan dengan waktu senggang mahasiswa. Jadi, setiap mahasiswa yang sedang tidak ada jadwal kuliah, diperbolehkan untuk setoran ke ustadz yang standby di ruangan HTQ.

uin-malang-b.jpg

Dalam setiap bulannya,  pembina HTQ akan merekap daftar hadir dan hasil hafalan mahasiswa sebagai bentuk evaluasi. Setiap mahasiswa ditargetkan hafal satu juz dalam satu bulan. Sedangkan untuk kehadiran, target minimalnya adalah 60 persen atau 12 kali hadir.

Awaluddin Fithroh Kepala Sekolah Tahfidz menambahkan, mahasiswa yang tidak memenuhi target minimal, dikenakan sanksi berupa infaq buku yang bertemakan Al-Quran atau meja kecil untuk membaca Al-Quran.

"Kalau tidak sampai batas minimal, ya sanksinya infaq buku, atau meja kecil untuk baca Al-Quran. Ini dilakukan demi mereka juga, karena fasilitasnya kembali ke mereka lagi," papar Awal.

Zainur Rauf berharap agar lembaga ini semakin berkualitas dan bermanfaat untuk mahasiswa UIN Malang dan masyarakat sekitar kampus UIN Malang. "Semoga HTQ dan Sekolah Tahfidz ini semakin besar, mahasiswanya semakin semangat menghafal, dan juga bermanfaat bagi masyarakat," ucapnya. (*)

Jurnalis: Delfi Nihayah (MG-220)
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Malang
Copyright © 2020 TIMES Indonesia
Top

search Search