TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa Daerah

Kasus Meningkat, BPBD Bantul Gelar Lomba Ketangkasan Pemadam Kebakaran

16/02/2020 - 22:20 | Views: 25.90k
Suasana lomba ketangkasan pemadam kebakaran yang digelar BPBD Bantul. (Foto: Totok Hudayat/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabuaten Bantul (BPBD Bantul) menggelar Lomba Ketangkasan Relawan Pemadam Kebakaran dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Pemadam  Kebakaran ke-101 Minggu (16/2/2020) di lapangan Trirenggo Bantul.

Sebanyak 30 regu dari 5 kabupaten kota di DIY serta 5 kabupaten di Jawa Tengah meliputi Magelang, Purworejo, Boyolali, Surakarta dan Karanganyar mengikuti lomba yang sudah digelar untuk kedua kalinya ini. 

Pada penyelenggaraan kali ini materi yang dilombakan berupa simulasi pemadaman kebakaran memanfaatkan sumber air yang berada di sekitar lokasi kebakaran. Seperti sumur, sungai dan kolam.

Menggunakan pompa air dan selang setiap regu harus mampu menyemprotkan air tepat ke titik api. Kecepatan dan ketepatan menjadi fokus penilaian untuk menentukan juara. Selain trophy BPBD Bantul juga memberikan uang pembinaan jutaan rupiah untuk juaranya. 

"Hadiah hanya bersifat stimulan," tegas Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto yang ditemui disela-sela lomba.

Lebih lanjut Dwi Daryanto mengatakan lomba ketangkasan relawan pemadam kebakaran dilakukan untuk mengasah ketrampilan. Sehingga dapat mengatasi munculnya kebakaran. Mengingat kebakaran yang menjadi bencana laten seiring meningkatnya kepadatan penduduk. Dengan permasalahan yang semakin komplek. 

Berdasarkan data di kabupaten Bantul saja hingga pertengahan Februari 2020 sudah terjadi 20 kasus kebakaran. Diharapkan angka ini tidak melebihi tahun 2019 yang mencapai 200 kasus kebakaran. Dwi mengaku BPBD Bantul juga gencar melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran. Untuk mencegah munculnya kasus kebakaran. 

"Sosialisasi perlu dilakukan, mengingat sebagian besar kasus kebakaran berawal dari kelalaian manusia," jelas Dwi. 

Kepala BPBD Bantul ini berharap keberadaan relawan pemadam kebakaran dapat difasilitasi dengan kendaraan roda tiga yang dilengkapi alat pemadam kebakaran. Sehingga mereka dapat lebih dahulu bergerak memadamkan api. Sebelum mobil pemadam kebakaran datang. Dengan asumsi biaya sekitar 50 juta rupiah, alat ini dapat ditempatkan di setiap desa. (*)

Jurnalis: Totok Hidayat
Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Yogyakarta
Copyright © 2020 TIMES Indonesia
Top

search Search