TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Ketahanan Informasi

Pusat Oleh-Oleh Khas Trenggalek, Bisa Mencicipi Sebelum Membeli

17/02/2020 - 01:30 | Views: 18.97k
Pusat Oleh-Oleh Khas Trenggalek (FOTO: Sisca Ainun Nissa/AJP TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, TRENGGALEKPusat Oleh-Oleh Khas Trenggalek berjajar rapi di Kranding, Bendorejo, Pogalan, Trenggalek.

Mayoritas toko-toko yang menjajakan jajanan ini sudah berusia lebih dari 10 tahun. Toko-toko tersebut terus berkembang sejalan dengan Trenggalek Meroket.

“Kalau disini keunggulannya bisa mencicipi (sebelum membeli), kalau di daerah lain mungkin nggak bisa,” ujar Susan, pemilik Kios Jajanan Mbak Susan saat ditemui TIMES Indonesia, Minggu (16/2/2020).

Sepenuturan Susan, stok alen-alen diperoleh dari wilayah Kecamatan Trenggalek. Sedangkan untuk tempe kripik, manco, dan kripik mbothe didapatkan dari produksi rumahan di lingkup Pusat Oleh-Oleh Khas Trenggalek.

Tidak hanya dari Trenggalek, beberapa jajanan juga di stok dari luar kota. Diantaranya yaitu telo ungu dari Jawa Tengah dan gambir dari Blitar.

Pembelinya pun juga mayoritas dari luar kota, karena lokasi dari kios yang berada di jalur provinsi. Bahkan Susan pernah melayani pembeli dari luar Pulau Jawa, yaitu Lampung.

Harga jajanan rata-rata sama, yaitu sekitar Rp30.000,- hingga Rp50.000,- untuk satu kilonya. Alen-alen, manco, dan tempe kripik merupakan jajanan yang paling banyak dicari oleh pembeli dari luar kota.

“Alhamdulillah rezeki sudah ada yang mengatur, kita hanya sportifitas,” kata Susan saat menanggapi saingan dagang di yang ada Pusat Oleh-oleh Khas Trenggalek.

Menurutnya, walaupun dagangan yang dijual di Pusat Oleh-Oleh Khas Trenggalek antara kios satu dan lainnya hampir sama, namun tidak pernah ada perselisihan. Para pedagang tetap akur karena sudah memiliki pelanggan sendiri-sendiri. (*)

Penulis: Sisca Ainun Nissa (CR-141)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber :
Copyright © 2020 TIMES Indonesia
Top

search Search