TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Ketahanan Informasi

KKN Unisma Malang kelompok 22 Ajarkan Warga Bikin Pupuk Kompos dan Pestisida Organik

21/02/2020 - 15:35 | Views: 47.67k
Pembuatan pestisida organik dengan memanfaatkan ekstrak daun pepaya. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANGKKN Unisma Malang kelompok 22 dilaksanakan di Desa Mulyoasri, Kecamatan Ampelgading Kab Malang. Desa tersebut berada di kaki Gunung Semeru, lokasi ini cocok untuk potensi lahan pertanian, perkebunan dan lain-lain.

Desa Mulyoasri terbagi menjadi 4 Pedukuhan, yaitu Pedukuhan Mulyoasri, Pedukuhan Mulyoagung, Pedukuhan Sumbersuko, dan Pedukuhan Kaliputih.

Masyarakat disana pada umumnya setiap hari bercocok tanam kopi, tebu, salak pondoh, dan lain-lain.

Sayangnya sebagian besar masyarakat Desa Mulyoasri belum tahu cara pembuatan kompos dan pestisida organik. Karena itu program kerja Mahasiswa KKN Unisma Kelompok 22 mengangkat tema “Pemanfaatan Kotoran Kambing sebagai pupuk yang baik” menjadi tema besar KKN-PPM Tematik Kel-22 Universitas Islam Malang di Pedukuhan Mulyoasri, Desa Mulyoasri, Kec. Ampelgading, Kabupaten Malang.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI unisma.ac.id

pembuatan-pupuk-kompos.jpgPengambilan kotoran hewan ternak kambing untuk bahan pembuatan pupuk kompos.

Khusus untuk tema berbasis Desa dengan mengangakat sub tema “Pembuatan Pupuk Kompos dan Pestisida Organik” diikuti sebanyak 9 mahasiswa peserta KKN-PPM Tematik dari kelompok 22 yang berasal dari beberapa fakultas pada Universitas Islam Malang, yaitu Moh. Dhiyaurrohman dan Nadriani Bahrudin (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Asmiyati Sahbudin dan Dzikriatul Nurlaila (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Siti Zulaikha dan M. Sahubakul Iman Rohmada (Fakultas Agama Islam), Firman Rabbani, Firli Andika dan Miftakhul Ikhsan (Fakultas Teknik).

Meskipun berasal dari fakultas yang berbeda, namun mereka dituntut untuk dapat bekerja sama menyusun Program Unggulan yang tentunya disesuaikan dengan potensi dan permasalahan yang ada pada Desa Mulyoasri.

Ide Kegiatan Pemberdayaan masyarakat melalui pembuatan pupuk kompos dan pestisida organik ini terwujud berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh mahasiswa KKN-PPM tematik selama kurang lebih tiga hari pertama setelah mereka ditempatkan di lokasi KKN-PPM. Setelah melalui konsultasi publik antara kelompok mahasiswa KKN-PPM tematik dengan masyarakat, seperti kepala dusun, tokoh masyarakat, kelompok tani dan peternak yang ada pada pedukuhan Mulyoasri. 

Kegiatan KKN-PPM Tematik dalam bentuk pemberdayaan ini dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu Survei potensi lokasi dan permasalahan, Sosiaslisasi, Penyuluhan dan Pelatihan dalam mengelola kotoran kambing menjadi pupuk kompos dan daun papaya yang diektrak untuk pestisida organik.

Rangkaian kegiatan penyuluhan dan pelatihan dilaksanakan di Aula Gedung TK Dusun Mulyoasri, Sabtu (15/2). Penyuluhan ini dihadiri 22 orang, antara lain kepala Dusun Mulyoasri, Ali S.P selaku pemateri, Ketua RT/RW dari Dusun Mulyoasri, Kelompok Tani, serta warga dusun mulyoasri  yang berprofesi sebagai Petani dan Peternak.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI unisma.ac.id

pembuatan-pupuk-kompos2.jpgTahapan pembuatan pupuk kompos (pemotongan dedaunan kering dan sayuran).

Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB dan dibuka oleh sambutan Ketua Pelaksana Moh. Diyakhurrahma (Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisinis-UNISMA), mengatakan bahwa tujuan dilaksanakan kegiatan ini agar masyarakat dapat memahami dan secara mandiri dapat membuat pupuk Kompos dan Pestisida Organik dengan memanfaatkan Limbah kotoran Kambing dan daun pepaya sehingga  masyarakat sekiranya tidak selalu menggunakan pupuk Kimia.

Acara ini mendapatkan sambutan positif oleh warga masyarakat dusun Mulyoasri, Purwanto, kepala Dukuh Mulyoasri berharap dengan kegiatan ini dapat menambah pengetahuan warga dan nantinya akan ada keberlanjutan terkait pemanfaatan pupuk kompos dan juga pestisida organik ini.

Kata Purwanto, biasanya pemilik kambing dan para petani belum memanfaatkan kotoran hewan (kambing) secara maksimal. "Mereka biasanya langsung menggunakan kotoran hewan tersebut ketanaman yang ditanami atau menjual kotoran hewan langsung tanpa diolah terlebih dahulu," jelasnya.

Materi mengenai pengolahan pupuk kompos ini disampaikan oleh Hidayat Ali S.P yang merupakan alumni dari Fakutas Pertanian Universitas Islam Malang tahun 2019 dan sekarang sedang menempuh magister Ekonomi Pertanian di Universitas Brawijaya.

Hidayat Ali dalam materi pelatihannya menyampaikan bahwa pentingnya pupuk kompos, manfaat dan faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengomposan serta bagaimana cara membuat pupuk kompos dan pestisida organik yang benar. Acara ini di akhiri dengan pelatihan pembuatan pupuk kompos yang dipimpin langsung oleh Hidayat Ali.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI unisma.ac.id

Husain Latuconsina, S.Pi.,M.Si yang merupakan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) bagi mahasiswa KKN-PPM Tematik di desa Mulyoasri, pada kesempatan lain menyatakan bahwa di desa Mulyoasri Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang ditempatkan sebanyak 29 Mahasiswa KKN-PPM Tematik yang selanjutnya dibagi lagi menjadi 3 kelompok kecil, selama sebulan penuh ketiga kelompok kecil ini akan melaksanakan program unggulan yang telah mereka rencanakan dan mereka pilih yang sesuai kondisi dan potensi desa.

Salah satu kelompok yang memilih tema pemberdayaan desa adalah kelompok 22, yang telah menyusun program kerja unggulan dengan sub tema  “Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembutan pupuk kompos dan pestisida organik”.

Selanjutnya menurut Latuconsina, program kerja yang dijalankan oleh mahasiswa KKN-PPM Tematik kelompok 22 di Pedukuhan Mulyoasri, Desa Mulyoasri Kecamatan Amplegading ini dalam upaya optimaliasi potensi desa yang ada, sehingga ada integrasi antara kegiatan pertanian dan peternakan yang berwawasan lingkungan dan berkenjutan.

Diharapkan proker dari mahasiswa kelompok 22 KKN Unisma Malang ini dapat menjadi inspirasi buat seluruh masyarakat petani dan peternak di desa Mulyoasri untuk dapat mengembangkan model pertanian organik secara terintegratif, berwawasan lingkungan dan berkelanjutan, dengan memanfaatkan limbah kotoran hewan yang tersedia dan juga memanfaatkan pestisida organik melalui pemanfaatan tanaman alami yang banyak tersedia di desa tersebut. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI unisma.ac.id

Penulis: Humas Unisma
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber :
Copyright © 2020 TIMES Indonesia
Top

search Search