TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Ketahanan Informasi

BMH Jatim Gerai Malang dan PMI Upgrade Relawan Tangani Bencana

23/02/2020 - 09:24 | Views: 24.40k
Korps Relawan Sedang Mendengarkan Pemateri dari PMI Kabupaten Malang, Mardiono pada Diklat Penanganan Bencana yang di selenggarakan di SMAN 1 Singosari Malang. (FOTO: AJP/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – BMH Jatim Gerai Malanh dan PMI Kabupaten Malang menyiapkan relawan tangguh yang siap menghadapi bencana melalui diklat kebencanaan.

Diklat digelar di SMA Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang, Sabtu (22/2).

Peserta diklat ini adalah seluruh korps relawan (KRS) PMI Kabupaten Malang berasal dari 4 kecamatan di kabupaten Malang yakni, kecamatan Poncokusumo, Singosari, Lawang dan Jabung.

Manajer Operasional BMH Jatim gerai Malang Sony Abdul Karim mengatakan memasuki musim hujan di Indonesia sering terjadi berbagai bencana alam yang berpotensi menimbulkan kerugian materi bahkan nyawa. 

SMAN-1-Singosari-Malang-2.jpg

"Memasuki musim hujan biasanya sering terjadi bencana alam, seperti angin beliung, tanah longsor hal ini tentu membutuhkan kecakapan SDM untuk bisa membantu dengan cepat dan tanggap terhadap masyarakat yang terdampak bencana," mata Karim kepada TIMES Indonesia, Sabtu (22/2).

"BMH bersama PMI Kabupaten Malang, menyiapkan relawan yang sudah di bekali kemampuan sehingga nantinya bisa di terjunkan sewaktu-waktu terjadi bencana ditengah-tengah masyarakat," imbuhnya. 

Sementara itu Komandan KSR PMI Kabupaten Malang Unit Singosari Mardiono yang hadir sebagai pemateri mengatakan diklat ini untuk meng-upgrade kemampuan relawan KSR yang anggotanya para pelajar dari beberapa sekolahah SMA pihaknya juga menggandeng Koramil dan Polsek Singosari. 

"Materi yang kami berikan selama Diklat 2 hari ini adalah Penanganan dan strategi menolong korban dari ketinggian dan korban yang berada di kedalama," kata Mardiono. 

Menolong korban dari ketinggian misalnya terdapat orang yang terjebak di gedung bertingkat yang sedang terbakar sementara di dalamnya terdapat orang yang butuh bantuan.

Sedangkan pertolongan pada tingkat kedalaman yaitu teknis membantu korban yang jatuh ke dalam jurang ataupun sumur, hal itu membutuhkan teknis khusus, sebab selain harus bisa menolong yang lebih utama juga harus memperhatikan keselamatan dirinya. (*)

Penulis: Imron Mahmudi (CR-164)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber :
Copyright © 2020 TIMES Indonesia
Top

search Search