TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Gaya Hidup

Kisah Perjalanan Bento, Merintis Usaha dari Nol hingga Menjadi Miliarder

23/02/2020 - 10:42 | Views: 197.22k
Hairul Umam Bento owner Bento cafe Group dan PT. Muda Bangun Semesta (FOTO: Bento for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTABento Kopi merupakan satu kedai kopi yang memiliki banyak jaringan di Yogyakarta. Di bawah naungan Bento cafe Group, Bento Kofi didirikan oleh seorang entrepreneur muda di Yogyakarta, Hairul Umam Bento. Ia ternyata alumni santri dari Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, Pamekasan, Madura.

Sekarang, pria yang oleh teman-temanya seringkali dipanggil Bento ini sukses mengelola usaha kafe. Bahkan Bento berhasil mengembangkan usaha kafe hingga memiliki beberapa cabang yang tersebar di beberapa sudut kota Yogyakarta. 

Bento menceritakan semua pengalamannya dalam mendirikan usaha. Kepada TIMES Indonesia dia mengaku memulai semua usaha kafe itu dari nol. Semua ia mulai ketika sedang aktif menjalani kulliah, pada tahun ke dua di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) angkatan 2011.

Bento-Kopi-dan-PT-Muda-Bangun-Semesta.jpg

Pria kelahiran Sumenep ini menceritakan awal pendirian Bento Kopi. Di tahun 2012 ketika masih di bangku kuliah semester dua,  Bento bertemu dengan seorang pemilik sebuah rumah makan yang sudah terancam bangkrut. 

Kemudian, kepada sang pemilik rumah makan Bento menawarkan untuk mengembangkan usaha bersama dan membantu investasi pengembangan usaha. Disepakati, mereka mengubah konsep rumah makan itu menjadi sebuah kafe. Bahkan tak hanya tempat nongkrong dan ngopi, kafe itu sekaligus dijadikan tempat kursus bahasa Inggris.

“Saya waktu itu masih mahasiswa dan belum ada uang untuk modal usaha dan sewa tempat. Jadi saya mengajak orang itu untuk bekerjasama, dan alhamdulillah dia mau,” kata Bento.

Bento-Kopi-dan-PT-Muda-Bangun-Semesta-2.jpg

Seiring berjalan waktu, tangan dingin Bento membuat usaha itu mulai membuahkan hasil. Bahkan, ketika rekan bisnisnya terlilit hutang bank, Bento bisa mengambil alih semua usahanya. Bento akhrinya bisa membeli tempat usaha tersebut dan resmi membuka Bento Kopi.

Yang menarik kisah dari pria penggemar lagu Iwan Fals ini, mengaku sempat mengalami kegagalan dalam berbisnis. Dia mengaku sempat membuka usaha rumah makan Padang. Namun belum lama berjalan, dan kemudian usaha itu merugi. 

"Tapi karena bisnis adalah hobi saya, bagaimanapun juga saya tetap menikmati terjun di dunia bisnis ini, itu pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” ungkapnya.

Namun, Bento tak kapok, dan kembali bangkit lagi. Idenya menyatukan usaha kafe dan kursus bahasa ternyata ampuh. 

Bento-Kopi-dan-PT-Muda-Bangun-Semesta-7.jpg

Komunitas belajar bahasa Inggris yang sedang berkembang pesat waktu itu, berpengaruh juga pada usaha kafe. Seiring dengan bertambahnya jumlah cabang kursus, maka bertumbuh juga kafe-kafe Bento. 

“Promosi saya minim, tetapi dengan pelayanan yang baik dan produk yang sesuai, maka dengan pemasaran bisa berjalan dengan baik. Promosi dari mulut ke mulut sangat ampuh,” ungkap Bento.

Kesibukan mengelola bisnis Kafe, sempat membuat Bento kesulitan menjalani perkuliahan. Bahkan waktu itu ia sempat mendapatkan Indeks Prestasi (IP) semester yang jatuh di bawah standar A. Dan pihak universitas sempat memutuskan untuk menghentikan pemberian beasiswa kepada Bento.

Bento-Kopi-dan-PT-Muda-Bangun-Semesta-5.jpg

Namun lagi-lagi Bento bangkit. Ia mencari keseimbangan waktu antara usaha dan pendidikan. Sampai akhirnya ia bisa mengejar ketertinggalan hingga ia akhirnya berhasil mendapatkan IP Kumulatif di angka 3,18. 

Bisnisnya juga mulai berkembang pesat. Waktu itu, dari sisi keuangan Bento sudah mampu mandiri, termasuk dapat membayar biaya kuliah sendiri. Bahkan Bento juga sudah bisa mengirim uang untuk orang tuanya di Madura. 

Semangat wirausaha Bento memang besar. Bagi Bento tidak perlu menunggu selesai kuliah dulu baru bisa membuka usaha, yang dibutuhkan juga bukanlah modal yang besar. Jiwa entrepreneur itu lahir dari semangat untuk mengubah keadaan, pada waktu itu ia terus gigih berjuang.

Bento-Kopi-dan-PT-Muda-Bangun-Semesta-6.jpg

“Saya memang suka berbisnis, pada waktu itu semacam hobi sekaligus tuntutan ekonomi. Saya ingin bisa hidup lebih baik,” ucapnya tegas.

Karena itu, ketika teman-teman mahasiswa lain masih sibuk dengan kegiatan akademik dan bergaul, Bento sudah memutar otak untuk memulai bisnis. 

Menurut Bento, semangat berwirausaha bukan diturunkan dari orang tuanya yang bekerja sebagai PNS. Bahkan niatnya berbisnis ini sempat ditentang orang tua, yang menginginkan putra mereka fokus pada pendidikan.

“Awalnya memang orang tua tidak setuju dengan keputusan saya untuk terjun di dunia bisnis. Dulu mereka menyarankan untuk fokus pada kuliah saja. Tapi sekarang mereka mendukung penuh,” ucap putra pasangan Ahmad Marsuki dan Nurul Jannah itu.

Bento-Kopi-dan-PT-Muda-Bangun-Semesta-4.jpg

Tak disangka dalam kurun waktu sembilan tahun berbisnis kafe. Sekarang Bento berhasil mendirikan sebuah perusahaan resmi yang dikelola oleh para manager profesional sesuai bidangnya masing-masing.

Nama perusahaan Bento menjadi PT. Muda Bangun Semesta. Perusahaan ini bergerak dibidang usaha kafe, kontraktor hingga real estate. Kafe yang dikelola Bento sekarang adalah, Bento kopi 4 cabang ( 3 coming soon ), Relasi coworking, Eplus coworking, Ruminate coffee & roastsry, Carney coffee & coworking. Sedangkan untuk kontraktor dan real estate, usahanya bergerak di bidang pembangunan dan perumahan.

Berkat semua usaha itu, sekarang pemuda yang akrab di sapa Umam Bento ini telah menjadi miliarder muda. 

Bento-Kopi-dan-PT-Muda-Bangun-Semesta-3.jpg

Meskipun usahanya sudah bisa dikatakan sukses, Bento masih memiliki keinginan untuk mengembangkan PT. Muda Bangun Semesta di kota-kota lain di Indonesia.

Dia juga menuturkan bahwa banyak investor yang mengajaknya bekerjsama. Namun kata Bento, perusahaannya tidak pernah menutup pintu investasi bagi para Investor yang ingin menanam modal bisnis bersama.

Edisi-MIGGU-23-Februari-2020-BENTO-KOPI.jpg

Bento juga berharap, ke depan perusahaannya bisa segera melakukan expansi bisnis dengan cepat keseluruh Indonesia dan perusahaan bisa go publick atau menjual saham ke masyarakat secara luas.

"Saya selalu terbuka dengan siapapun yang mau bergabung. Baik dalam bisnis makanan, seperti kafe hingga real estate kita akan selalu menyambut dengan baik. Asal kamu tau ya mas, semua kafe yang saya kembangkan itu bukan murni uang saya. Saya juga bekerjasama kok dengan berbagai investor lain, ada juga saya sebagai pengelola dan teman-teman manager. Biasanya para investor selalu berkomunikasi dengan kita pertama kali lewat email: umambento@gmail.com dan Instagram pribadi saya @umambento," kata Bento owner Bento Kopi dan PT. Muda Bangun Semesta. (*)

Jurnalis: Edy Junaedi Ds
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Yogyakarta
Copyright © 2020 TIMES Indonesia
Top

search Search