TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa Daerah

Tekan Stunting, Pemkab Bangkalan Kampanyekan Gerakan Hidup Sehat

27/02/2020 - 18:37 | Views: 15.40k
Kampanye gerakan hidup sehat untuk menekan stunting di Kabupaten Bangkalan ditandai dengan memakan buah pisang. (Foto: Doni Heriyanto/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANGKALANPemkab Bangkalan, mengkampanyekan perilaku hidup sehat. Gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) ini guna menekan angka penderita stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak karena kekurangan gizi.

"Hidup sehat itu tidak hanya mengkonsumsi makanan bergizi. Tapi, juga harus rajin menggerakkan tubuh," terang Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron, Kamis (27/2/2020).

Politikus PPP ini menekankan bagi setiap Puskesmas yang tersebar di 18 kecamatan, supaya memberikan edukasi kepada masyarakat tentang gerakan hidup sehat. Hal itu guna meminimalisir angka stunting serta kematian ibu dan bayi.

"Angka stunting serta kematian ibu dan bayi di Kabupaten Bangkalan masih tinggi. Tentunya, kampanye ini akan terus digalakkan," paparnya.

Ra Latif meminta kampanye hidup sehat melalui Germas jangan hanya menjadi kegiatan seremonial semata. Namun, harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah stunting.

"Puskesmas harus sering-sering memberikan penyuluhan dan pemeriksaan gratis kepada masyarakat," pesannya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan Sudiyo menambahkan, angka stunting menunjukkan grafik penurunan. Per November 2019  penderita stunting sebanyak 2.718 anak.

"Sebelumnya, penderita stunting berada di angka 3.163. Dengan demikian, terjadi penurunan sebanyak 435 anak," jelasnya.

Pria yang akrab disapa Yoyok ini optimis angka stunting di Kabupaten Bangkalan akan terus menurun. Penderita stunting ditargetkan berada di bawah angka 20 persen skala nasional pada 2024 mendatang.

"Target utama penurunan stunting itu program lima tahunan. Kami telah melakukan upaya luar biasa," ujarnya.

Perilaku hidup tidak sehat menurut Yoyok, bukan semata-mata karena tidak ada yang mau dimakan sehingga kekurangan asupan gizi. Namun, pengetahuan yang minim juga menjadi salah satu faktor stunting.

"Pencegahan stunting ini program Bappeda. Tapi, Dinkes sebagai leading sector. Kampanye gerakan hidup sehat ini perlu dukungan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Bangkalan," tuturnya. (*)

Jurnalis: Doni Heriyanto
Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Madura
Copyright © 2020 TIMES Indonesia
Top

search Search