TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Foto: Peristiwa

Tempe Sanan yang Kini Mendunia

06/12/2017 - 19:26 | Views: 15.97k

TIMESINDONESIA, MALANG – Tempe makanan khas Indonesia berbahan dasar kacang kedelai, telah merambah beberapa negara lainnya. Seperti Amerika, Jepang dan Jerman.

Kampung Sanan sentra industri tempe di Kota Malang  mungkin dapat disebut sebagai kampung tempe terbesar di Indonesia. Sebab mayoritas warganya berprofesi sebagai perajin tempe dan penjual aneka olahan tempe.

Tidak diketahui secara persis sejak kapan tepatnya warga kampung Sanan ini memproduksi tempe. Namun perajin di sini mengaku produksi tempe sudah dilakukan sejak zaman kolonial Belanda.

Kampung ini terletak di Jalan Sanan Kota Malang, JawaTimur. Saat kita akan memasuki kawasan tersebut sudah disambut deretan toko dan ruko yang menjual ragam olahan tempe.

Salah satunya adalah toko milik Nurdjanah. Toko yang dirintis sejak tahun 1999 ini salah satu yang terbesar di antara puluhan toko di Sanan.

Yono (45), perajin tempe Sanan, saat dikunjungi TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id) di rumahnya membeberkan proses pembuatan tempe.

Kata dia ada 7 langkah yang harus dilakukan, mulai dari merebus kedelai lalu menggilingnya. Selanjutnya, kedelai dilembang atau proses pemisahan kulit.

Setelah direndam satu hari kedelai harus dibilas pada pagi hari. Dan baru sore harinya diberi ragi. Proses peragian atau pemadatan ini adalah tahap akhir.

Yono juga mengatakan jika membuat tempe itu gampang-gampang susah. Jika salah pilih kedelai maka hasilnya tidak maksimal.

"Angel-angel gampang sam gae tempe iku. Kudu pinter milih kedelaine, terus kudu sabar pas produksine (Bikin tempe gampang-gampang susah. Harus pintar memilih kedelai terus harus sabar saat produksi)," kata dia dengan logat Malangan yang kental.

Tempe segar yang berbentuk balok biasanya dijual potongan. Tergantung pelanggan ingin beli berapa rupiah. Sedangkan jika keripik tempe rata-rata dijual Rp 6.000 per pak isi 27 keping, dan Rp 3.000 untuk ukuran yang lebih kecil. (*)

Fotografer: Adhitya Hendra
Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Sholihin Nur
Top

search Search