TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Foto: Cerita

Kematian yang Menghidupi

27/12/2017 - 12:18 | Views: 16.76k

TIMESINDONESIA, MALANG – Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan amal kebajikan. Jika manusia baik, kematiannya pun mampu menghidupi banyak orang. 

Kalimat ini merupakan rangkaian kalimat yang memiliki sisi lain dan cukup mendalam bagi beberapa masyarakat Kampung Kramat. Di kampung ini sebagain warganya mencari nafkah dari makam tersebut.

Seperti sebagai penggali kubur, pembuat kijing, dan pembersih makam. Kampung Kramat ini berada di dalam area pemakaman umum Kasin, Kelurahan Kasin, Kota Malang, Jawa Timur.
Makam umum Kasin merupakan makam 3 terbesar dari 9 makam yang dikelola oleh Pemerintahan Kota Malang. 

Kampung yang menyabet juara 3 dalam lomba kampung tematik di Kota Malang yang digelar oleh Pemerintah Kota Malang. Ada kurang lebih 20 rumah yang berada di dalam area pemakaman.

Saat ini Kampung Kramat sudah tidak lagi terlihat menyeramkan bagi masyarakat di luar kawasan tersebut. Itu karena di dinding tembok pagar yang mengitari makam, terdapat puluhan mural lukisan yang menceritkan fase dalam kehidupan manusia hingga masuk dalam liang lahat. 

Selain mural, di dalam area pemakaman terdapat 8 buah monumen yang bertulis berbagai hadits Rasullullah, serta hiasan roda mobil bekas berwarna-warni dan Gazebo.

Di pemakaman ini juga ada makam ulama besar yang juga seorang waliyullah. Masing-masing adalah Habib Abdullah bin Abdul Qadir Bilfaqih dan Habib Abdul Qadir Bilfaqih. Kedua ulama ini merupakan wali kutub yang makamnya banyak diziarahi muslimin dari seluruh Indoneaia. (*)

Fotografer: Adhitya Hendra
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Tria Adha
Top

search Search