TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Foto: Cerita

Muchlis Arif dan Seni Keramik

07/05/2018 - 11:31 | Views: 7.25k

TIMESINDONESIA, BATU – Keramik, sebagai sebuah seni, mulai tergeser. Keramik pabrikan, yang dibuat secara massal, secara perlahan mengesernya.   

Namun tidak bagi Muchlis Arif. Dia adalah satu dari segelintir orang yang masih bertahan, mengenalkan dan sekaligus melestarikan keramik sebagai sebuah seni. 
Segenggam tanah lempung, bagi Muchlis, jika disentuh dengan tangan dan rasa, akan mampu mewakili tonggak-tonggak peradaban.

Kesabaran dan inovasi menjadi penting untuk tetap mempertahankan keramik sebagai sebuah seni. 

"Mengubah keramik menjadi barang bernilai seni membutuhkan ketelatenan, kemauan dan daya inovasi yang tinggi di tengah perkembangan dunia seni di era digital seperti saat ini," kata Muchlis.

Demi regenerasi dan pelestarian seni keramik di Kota Batu dan sekitarnya, dia bahkan rela meluangkan waktunya untuk memberikan ilmu dan pengalamannya soal seni keramik ini.

Bahkan, dia membuka lebar rumahnya di Jalan Merak, kompleks Perumahan Batu Permai, Kota Batu bagi yang ingin menekuni seni keramik.
 

Fotografer : Adhitya Hendra
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Tria Adha
Top

search Search