TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Foto: Serba-Serbi

Saat Bulan Berwarna Merah Darah

30/07/2018 - 09:33 | Views: 8.27k

TIMESINDONESIA, MALANG – Gerhana Bulan adalah fenomena alam ketika bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama. Akibatnya, sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalang bumi.


Gerhana bulan yang terjadi pada akhir pekan lalu, 28 Juli 2018 pada pukul 01.24 WIB tersebut menjadi salah satu gerhana bulan yang terlama di abad ini. Lebih dari 2 jam, terjadi gerhana total dimulai pukul 02:30 WIB dan berakhir pada 04:13 WIB. Bulan kembali normal pada pukul 05:19 WIB. 


Saat gerhana tersebut, bulan terlihat jauh dan terlihat lebih kecil dari biasanya, sebab saat itu bulan berada di posisi terjauhnya dari bumi. 

Saat itu, bulan menjadi berwarna merah darah.
 Peristiwa tersebut dikenal dengan Micro Blood Moon. Kenapa disebut Micro Blood Moon? Karena saat itu bulan berada pada titik orbit terjauh dari Bumi, atau apogee. 


Kebalikannya adalah Supermoon. Saat Bulan berada pada titik orbit terdekat dengan Bumi, atau perigee. 

Jadi, selain ukurannya yang 15 persen lebih kecil dari Supermoon, cahaya yang dipantulkan oleh Micro Blood Moon juga jauh lebih sedikit, yakni hanya sekitar 30 persen. Sehingga cenderung terlihat suram.

Fotografer: Adhitya Hendra
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Tria Adha
Top

search Search