TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Foto: Cerita

Kegigihan Siti Lianah Untuk Siswa Berkebutuhan Khusus

08/02/2019 - 13:53 | Views: 26.63k

TIMESINDONESIA, MALANG – Kegigihan seorang ibu tidak boleh diragukan, cinta dan ketulusannya tak akan mampu  ternilai dengan apapun.

Seperti yang ditunjukkan Siti Lianah (43) warga Desa Tulungrejo Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur ini.

Perempyan ini memiliki kegigihan, dan semangat yang besar, agar putra pertamanya Muhammad Faizul Mubin (19) yang berkebutuhan khusus mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan yang sama seperti anak lainnya

 Faiz, yang tuna grahita, sebelumnya disekolahkan di Sekolah Luar Biasa yang ada di Kota Malang, dengan mengambil paket pendidikan 1 minggu 3 kali. 

Karena jarak, waktu serta ketidakmapuan biaya, Siti dan suami kemudian memilih untuk mengajari Faiz di rumah. Ilmunya hanya berbekal dari mengamati saat Faiz sekolah di SLB yang ada di kota Malang.

Semangat Siti untuk memberikan pendidikan yang layak sesuai kebutuhan anaknya tersebut, membuat perempuan yang hanya lulusan SMA mencoba berbagi cerita dan ilmu kepada orang tua yang juga memiliki anak berkebutuhan khusus. 

Kurang lebih 10 tahun Siti mengajar dari rumah ke rumah, untuk mengajari anak-anak berkebutuhan khusus dengan tidak menarif biaya. Hingga membuat para orang tua yang memiliki anak yang berkebutuhan khusus mempercayakan untuk belajar bersama di rumah Siti.

Tempat belajar atau kelas memanfaatkan halaman samping, hingga teras rumah. Karena jumlah siswa terus bertambah, Siti dan suami menyulap bagian dalam rumah seperti ruang tamu dan kamar menjadi kelas.

Kegigihan Siti dan beberapa orang tua dengan anak berkebutuhan khusus untuk mengatasi mahalnya pendidikan di sekolah luar biasa akhirnya melahirkan Yayasan Pendidikan SLB Pelita Qolbu. 

Yayasan yang mengkhususkan pada pendidikan anak berkebutuhan khusus ini terbentuk pada 2015 dan akhirnya mendapatkan legal formal dari pemerintah pada tahun 2017.Selain Siti, saat ini ada lima tenaga pengajar dan 15 siswa berkebutuhan khusus yang berlajar di Yayasan Pendidikan SLB Pelita Qolbu dengan waktu pertemuan 1 minggu 2 kali. Kondisi ini sudah berlangsung hingga 2 tahun lamanya.(*)

Fotografer: Adhitya Hendra
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin
Top

search Search