TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Foto: Cerita

Tradisi Pagelaran Wayang Krucil Dilebaran Ketupat

13/06/2019 - 15:01 | Views: 35.74k

TIMESINDONESIA, MALANG – Tradisi pagelaran Wayang Krucil yang digelar di Dusun Wiloso Desa Gondowangi, Kabupaten Malang merupakan pagelaran wayang yang digelar pada tiap hari kedelapan dalam bulan Syawal,atau setelah hari raya Idul Fitri.

Wayang yang ditampilkan dalam pagelaran tersebut telah berusia lebih dari satu abad. Wayang yang terbuat dari kayu pule serta kulit sapi tersebut saat ini disimpan dan dijaga oleh Mbah Saniyem (95). Dia merupakan generasi kelima dari garis keluarganya yang setia menjaga wayang krucil turun temurun.
Sebelumnya, wayang krucil dijaga oleh Mbah Ngarimun generasi keempat, Mbah Tarum generasi ketiga, dan Mbah Taram sebagai generasi kedua yang sebelumnya dimiliki oleh Mbah Cilung generasi pertama.

Dalam pagelaran wayang tersebut banyak lakon atau cerita yang dimainkan, dari mulai masuknya Islam ke Nusantara hingga cerita Panji. Pagelaran wayang tersebut tidak ada pakem khusus seperti dalam pagelaran wayang kulit.

Dalam Pagelaran Wayang Krucil terdapat pesan-pesan moral yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di era milenial seperti sekarang ini.

Fotografer: Adhitya Hendra
Editor : Dody Bayu Prasetyo
Publisher : Rochmat Shobirin
Top

search Search