TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Foto: Serba-Serbi

Legenda Kaspandi dan Kopi Cap Sepoor

10/07/2019 - 19:15 | Views: 12.77k

TIMESINDONESIA, PASURUANKaspandi adalah pelayan di sebuah kantor pemerintah Hindia Belanda. Salah satu tugas rutinnya, meracik kopi dan menyajikannya ke pejabat dan pegawai kantor tersebut. Tiap pagi dan sore.  

Rutinitasnya juga, memilih biji kopi di pasar dan membelinya. Saat itu, biji kopi yang banyak dijual adalah jenis Robusta.

Rutinitas itu ternyata membuat Kaspandi ahli dalam memilih, memasak, meracik dan menyajikan kopi. 

Rutinitas itu pula yang membuat Kaspandi memutuskan untuk menjual kopi buatannya ke pasar sekitar rumahnya di Pasuruan pada 1940.

Usahanya berkembang. Pada 1955, kopi buatan Kaspandi mendapat izin usaha dari Kota Praja. Kaspandi memberanikan menjual kopinya lebih banyak lagi.

Kopi Cap Sepoor. Begitu Kaspandi memberi nama kopinya. Kaspandi tetap menjaga kualitas kopinya dengan memilih biji kopi Robusta kualitas satu. Kalau sekarang disebut biji kopi kualitas ekspor.

Kini, Kopi Cap Sepoor dikelola generasi ketiga Kaspandi. Tak hanya Robusta saja. Kopi Cap Sepoor juga ada yang dari biji kopi Arabika dan biji kopi lanang.

Kalau sempat berkunjung atau melewati Kota Pasuruan, Anda bisa menyeruput dan menikmati kopi Kaspandi ini di Jalan Pahlawan Nomor 39, halaman Stadion Untung Suropati. 

Soal harga, sangat murah. Rp 3 ribu saja per cangkir. Kalau ingin dijadikan oleh-oleh khas kota tua di wilayah Pantura ini, sebungkus Kopi Cap Sepoor dengan harga Rp 25.000 untuk tiap jenis kopi Arabica dengan berat 200 gram, Robusta 250gram dan Peabarry 200 gram.

Khusus bagi pencinta kopi Nusantara, rasanya belum lengkap dijuluki pecinta kopi Nusantara kalau belum menyeruput secangkir Kopi Cap Sepoor buatan legenda kopi Pasuruan, Kaspandi(*)

Fotografer: Adhitya Hendra
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani
Top

search Search