TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Foto: Cerita

Tanjung Tembaga, Pelabuhan Tua Probolinggo

17/07/2019 - 12:09 | Views: 34.57k

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGOKota Probolinggo punya sebuah pelabuhan tua. Pelabuhan Tanjung Tembaga.

Dulu, di Kecamatan Mayangan, sisi utara Kota Probolinggo, pelabuhan ini digunakan tentara Jepang untuk tempat pendaratan dan bongkar muat kapal perang mereka. 

Usia kemerdekaan, pelabuhan ini jadi tempat penting bagi pelabuhan nelayan, bongkar muat kapal-kapal besar, pelabuhan antarpulau serta pelabuhan transit bagi kapal-kapal dari daerah lain. 

Pelabuhan Tanjung Tembaga kemudian berkembang menjadi pusat pasar ikan. Dan tujuan wisata. 

Kesibukan aktivitas nelayan, perahu nelayan yang berjejer, panorama pantai yang indah dan pemandangan Pulau Gili Ketapang yang ada di seberangnya membuat pelabuhan ini sangat unik.

Kalau Anda ingin menyeberang ke Pulau Gili Ketapang, di pelabuhan ini Anda bisa menggunakan "Taksi". Begitu nelayan memberi nama kapal kecil yang sering dipakai sebagai alat transportasi untuk menghantar wisatawan ke Pulau Gili Ketapang.

Adapun tarifnya, dipatok Rp 10 ribu untuk penyeberangan umum dengan maksimal membawa 50 orang penumpang. Dan Rp 95 ribu untuk paket wisata dengan maksimal 30 orang. 

Begitu padatnya kapal yang berlabuh di pelabuhan ini, membuat pemerintah setempat mengembangkan pelabuhan baru sekitar 1 km dari pelabuhan lama. Pelabuhan baru ini dikenal dengan nama Pelabuhan Tanjung Tembaga II.

Pelabuhan baru ini lebih difokuskan sebagai tempat aktivitas bongkar muat petikemas untuk mengurangi kepadatan pelabuhan Tanjung Perak.

Bagi anda yang mempunyai hobi mancing, pelabuhan baru ini banyak spot mancing yang bagus. Anda juga bisa menikmati Wisata Mangrove untuk sekadar melepas penat dan berlibur.

Kini, Kota Probolinggo memiliki dua pelabuhan. Pelabuhan Tanjung Tembaga I, pelabuhan tua yang penuh cerita sejarah dan keindahan panorama. Dan Pelabuhan Tanjung Tembaga II, sebuah pelabuhan modern yang fungsinya cukup penting bagi Jawa Timur. (*)

Fotografer: Adhitya Hendra
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani
Top

search Search