TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Foto: Serba-Serbi

Kawasan Ekonomi Khusus

08/10/2019 - 21:36 | Views: 62.38k

TIMESINDONESIA, MALANG – Pengembangan Ekonomi Kreatif di KEK Singhasari menjadi fokus yang dilakukan oleh Pemkab Malang, guna mendukung program nasional tersebut. 

Kepala Bappeda Kabupaten Malang, Tomie Herawanto mengatakan, salah satu kluster yang ditekankan pada KEK Singhasari ini adalah pengembangan ekonomi kreatif.

"Mulanya muncul ide industri kreatif, namun nomenklaturnya belum ada. Sedangkan yang ada dan mendekati, yakni ekonomi kreatif. Maka dari itu disepakati hal tersebut," ujar Tomie kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id), Rabu, (9/10/2019).

Setelah Ekonomi Kreatif disepakati kata dia, selanjutnya harus diimplementasikan. Pihaknya juga mendorong supaya tumbuh kembang ekonomi digital di area KEK Singhasari.

"Perlu diketahui, KEK Singhasari ini ada di cover wilayah. Yakni di dalam area KEK dan di luar KEK. Keduanya memiliki fungsi sama, meningkatkan perekonomian masyarakat," ungkapnya.

Menurutnya, PT Graha Intelegensia Grahatama maupun konsorsium yang nantinya akan mengelola KEK Singhasari, harus memperhatikan dan mendorong Ekonomi Kreatif.

"Dampaknya harus dirasakan masyarakat. Ikonnya sudah ada, yakni Candi Singosari. Tinggal mencari apa yang akan dikembangkan melalui Ekonomi Kreatif itu," ungkapnya.

Sementara itu, Dirut PT Intelegensia Grahatama, David Santoso mengatakan, pihaknya sudah memiliki grand design Ekonomi Kreatif berbasis digital dan teknologi informasi.

"Salah satu market penjualan pada era sekarang yakni melalui digital. Ekonomi kreatif bisa digali melalui penjualan berbasis digital," katanya.

Pihaknya juga setuju dengan langkah Pemkab Malang yang mendorong tumbuhnya Ekonomi Kreatif, baik itu yang ada di dalam maupun di luar area KEK Singhasari(*)

Fotografer: Adhitya Hendra
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rochmat Shobirin
Top

search Search